Home Ekbis Dishub Klaim Bakal Gaji Juru Parkir Berlangganan Sesuai UMK 

Dishub Klaim Bakal Gaji Juru Parkir Berlangganan Sesuai UMK 

426
Motor yang parkir di area larangan parkir di jalan Pandanaran digembosi oleh petugas karena tidak mengindahkan peringatan petugas.

Semarang, 22/3 (BeritaJateng.net) – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Muhammad Kadhek mengungkapkan, jika Pemkot Semarang mulai tahun ini, selain akan menerapkan parkir berlangganan juga akan membayar juru parkir (jukir) berlangganan.

“Rencana kita, sama seperti yang diterapkan sekitar 30 Kabupaten/Kota di Jawa Timur memang, itu jukir (juru parkir) akan dibayar,” tegas Muhammad Kadhik.

Jukir tersebut, Kadhik menjelaskan akan diuikat dengan kontrak dan digaji sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Semarang sebesar Rp 2,4 juta.

“Mereka dipilih, diikat dengan kontrak. Dalam kontrak ada perjanjian-perjanjian, mereka dibayar sesuai dengan UMK. Jukir nanti tugasnya menata mereka yang sudah parkir berlangganan,” jelasnya.

Kadhik berharap, jukir yang digaji sesuai UMK harus bisa melayani masyarakat yang parkir dengan baik.

“Jadi nanti bagaimana jukir-jukir yang kita rekrut untuk bisa memberikan pelayanan dulu dengan baik, aspek pelayanan yang nanti akan kita utamakan. Jadi, masyarakat yang parkir di jalanan harus dilayani dengan baik. Karena mereka membayar retribusi,” harapnya.

Apalagi, jukir tidak secara langsung menerima uang parkir namun dibayarkan melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) setiap tahunya di Samsat Kota Semarang.

“Nanti akan diterapkan melalui Samsat. Nanti kalau sudah kita terapkan ini masih dalam proses, itu akan sangat membantu masyarakat. Misal, parkir berlangganan Rp 50 ribu roda dua untuk per tahun dengan asumsi dalam sebulan membayar retribusi empat kali,” ungkapnya.

Untuk sepedamotor dari luar Kota Semarang, Kadhek membeberkan saat ini, Dishub Kota Semarang masih mempersiapkan sebuah aplikasi pembayaran. Yang pembayaran parkirnya langsung masuk ke Kas Daerah (Kasda) Kota Semarang.

“Terus pertanyaannya? Mereka yang tidak parkir berlangganan? Kan banyak di kota-kota Semarang ada peguruan tinggi yang plat nomornya bukan dari Kota Semarang, setiap hari mereka ada di Kota Semarang? Sudah kita persiapakan aplikasi yang nantinya mirip dengan parkir meter,” bebernya.

Kadhek berharap dengan potensi parkir besar diterapkan parkir berlangganan oleh jukir yang trampil target PAD di bidang parkir sebesar Rp 114 miliar tahun ini bisa tercapai.

“Harapannya semua potensi retribusi dari parkir ini nantinya bisa kita serap untuk meningkatkan pendapatan dari sektor parkir,” pungkas Kadhik. (El)