Home Life Style Disbudpar Semarang Fokus Kembangkan Potensi Sport Tourism

Disbudpar Semarang Fokus Kembangkan Potensi Sport Tourism

188
0
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Indriyasari.

Semarang, 13/3 (BeritaJateng.net) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang akan mulai menggarap potensi wisata sport tourism. Hal ini sebenarnya sudah dimulai sejak penyelenggaraan MXGP Juli tahun lalu.

Menurut Kadisbudpar Kota Semarang, Indriyasari, di tahun 2019 ini Kota Semarang kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan MXGP. Nantinya, event juga akan kembali dilaksanakan di Sirkuit BSB Mijen.

“Sama dengan tahun lalu, sirkuitnya di sana. Dari beberapa pengamat mengakui jika penyelenggaraan MXGP di Semarang jauh lebih baik dibanding di Pangkalpinang baik dari sisi teknis maupun jumlah penonton. Semoga tahun ini juga semakin baik,” terangnya.

Dijelaskan, Pemkot Semarang bahkan mendapat penghargaan sebagai penyelenggara dengan support pemberitaan terbaik dari panitia penyelenggara. Pasalnya saat pelaksanaan event tahun lalu, pihaknya memberikan support luar biasa baik sebelum, saat maupun pasca event berlangsung.

Karenanya wajar jika panitia kembali menggelar kegiatan motocross level internasional ini, kembali ke Semarang. Rencananya, MXGP 2019 akan dilaksanakan pada 13-14 Juli mendatang.

“Mohon semua hotel, destinasi wisata bahkan pengelola desa wisata juga bersiap karena akan banyak tamu nasional dan internasional datang ke Semarang pada Juli besok karena kebetulan kita juga jadi penyelenggaraan Rakernas Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia),” tukasnya.

Selain menjadi tuan rumah MXGP, Kota Semarang juga akan menjadi tuan rumah Asean School Games pada Desember 2019. Sekurangnya 200 atlet akan membanjiri kota ini belum termasuk ofisial dan mungkin orang tua mereka yang berasal dari 10 negara dengan mempertandingan 18 cabang olahraga.

Adapun untuk menunjang Rakernas Apeksi, pihaknya bahkan telah memundurkan jadwal pelaksanaan Semarang Night Carnival (SNC) yang biasanya pada Mei, menjadi Juli. Padahal biasanya, SNC dilaksanakan sebagai puncak peringatan HUT Kota Semarang yang jatuh pada 2 Mei.

Adapun pada bulan Juli juga, berlangsung event Arak-Arakan Chengho. Agenda ini bahkan sudah masuk dalam kalender event (CoE) dari Kemenpar.

Indriyasari berharap, masyarakat dan pelaku wisata sudah mulai menyiapkan diri terkait berbagai event nasional dan internasional yang akan berlangsung di Semarang. Selain berharap dapat menjadi tuan rumah yang baik, diharapkan pula pelaku wisata dapat memberikan paket hiburan/atraksi wisata yang memuaskan sehingga mereka kerasan dan mau kembali berwisata di Semarang.

“Pemerintah sudah menggandeng beberapa pihak dengan penyelenggaran event-event besar, tinggal sekarang apakah mampu ditangkap peluang ini oleh para pelaku industri pariwisata termasuk mungkin pengelola desa wisata,” tandasnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − eight =