Home Ekbis Dirut Bulog Baru Mempunyai Tantangan Berat

Dirut Bulog Baru Mempunyai Tantangan Berat

390
Ilustrasi

Jakarta, 31/12 (Beritajateng.net) – Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat mempunyai tantangan berat dalam pengembangan perusahaan itu ke depan.

Pasalnya, perusahaan pelat merah itu diharapkan menjadi stabilisator harga bagi petani dan masyarakat selain tetap harus berupaya memenuhi kewajiban untuk bisa mendulang keuntungan bisnis.

“Di sinilah dibutuhkan kepiawaian manajemen di mana dalam program mendukung swasembada pangan Bulog harus beli dari petani denga harga memadai, menjaga harga pasar tapi juga tetap dapat keuntungan yang cukup untuk bisa hidup,” kata Rini dalam bincang-bincang di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Rabu.

Rini menuturkan, lembaga itu harus mampu berkomunikasi dengan petani agar bisa memenuhi kebutuhan mereka akan harga jual produk pertanian yang memadai.

Artinya, Bulog harus bisa membeli produk pertanian dengan harga yang menguntungkan bagi petani agar ada kepastian produksi.

“Ini yang harus menjadi tanggung jawab Bulog untuk menghitung itu dan dapat berkomunikasi dengan petani untuk tahu berapa harga yang memadai itu,” ujarnya.

Lembaga itu, lanjut Rini, juga punya tanggung jawab menjaga kestabilan harga pangan pokok untuk konsumen.

Pemerintah menetapkan ada tujuh pangan pokok yang menjadi prioritas yakni beras, jagung, kedelai, gula, bawang merah, cabai dan daging sapi.

Selanjutnya, meski tidak menetapkan target keuntungan perusahaan, Rini berharap Bulog bisa tetap meraih penghasilan yang cukup untuk kelangsungan hidup perusahaan.

“Tidak ada ‘target profit’. Tapi, untuk kelangsungan hidup perusahaan tentu harus punya penghasilan untuk bayar karyawan, renovasi gudang atau pengembangan lainnya,” katanya.

Menteri BUMN Rini Soemarno telah menunjuk Lenny Sugihat menjadi Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) yang baru menggantikan Budi Purwanto yang menjabat sebagai Plt Dirut Bulog sejak 24 November lalu.

Lenny tadinya adalah direksi Bank Rakyat Indonesia dan menjabat sebagai Direktur Pengendalian Risiko Kredit.(ant/Bj02)