Home Headline Dirjen Pajak Limpahkan Dua Tersangka Kasus Pajak yang Rugikan Negara Hingga Rp...

Dirjen Pajak Limpahkan Dua Tersangka Kasus Pajak yang Rugikan Negara Hingga Rp 12,085 Miliar

Tersangka Kasus Pajak yang Rugikan Negara Hingga Rp 12,085 Miliar
Tersangka Kasus Pajak yang Rugikan Negara Hingga Rp 12,085 Miliar
Tersangka Kasus Pajak yang Rugikan Negara Hingga Rp 12,085 Miliar

Semarang, 13/5 (Beritajateng.net) – Kantor Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah melimpahkan dua tersangka ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah atas kasus perpajakan dari Kanwil DJP Jawa Tengah I yang berada di Semarang. 

Dua tersangka yakni seorang karyawati bagian pembukuan pada perusahaan importir CV Putri Pertiwi yang beralamat di Semarang Indah Blok D 11 Tawang Mas, PTH, dan AA.

Kepala Kanwil DJP Jateng II, Yoyok Satiotomo mengatakan para tersangka telah memalsukan faktur pajak, dimana faktur tidak digunakan sebagaimana mestinya. Dia juga menegaskan alasannya mengapa proses penyidikan baru digelar sekarang ini, karena CV para tersangka bubar pada tahun 2008.

“Kami mempunyai bukti permulaan (penyidikan) yang cukup dari tahun 2004 sampai 2007, sehingga perkara ini kami limpahkan ke kejaksaan,” terang Yoyok.

Kedua tersangka, sudah diminta untuk menyelesaikan proses administrasi agar kasusnya tidak berlanjut ke ranah hukum. Namun, yang bersangkutan tetap tidak ada itikad baik untuk mengurus, hingga akhirnya diputuskan langkah tegas.

“Kami sudah berupaya menyelesaikan baik-baik. Tapi karena tidak ada itikad baik ya terpaksa kami kenakan jeratan hukum,” tuturnya. 

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, Dasto Ledyanto menjelaskan terkait kasus penerbitan faktur yang melibatkan PTH dan AA. Pihaknya sudah melakukan penyidikan dengan diawali proses pemeriksaan bukti permulaan dan diperoleh bukti bahwa terdapat faktur pajak yang kembar, nomor dan tanggal faktur pajak sama, pembeli atau penerima BKP sama, nilai DPP PPN sama, tetapi uraian barangnya berbeda.

“Dari bukti saja sudah kuat bahwa  Wajib Pajak (WP). Dugaan kuat melakukan tindak pidana bidang perpajakan. Pelaku utamanya adalah AA, sedangkan tersangka PTH adalah orang yang turut serta membantu,” jelasnya.

Dalam membuat faktur pajak CV PPS, tersangka PTH mengisi nama pembeli dalam faktur pajak bukan nama pembeli barang sebenarnya tapi menggunakan nama pembeli yang hanya ingin memanfaatkan faktur pajak tersebut sebagai Faktur Pajak Masukan tanpa harus membeli barang. 

“Kemudian tersangka PTH meminta AA selaku Direktur CV PPS untuk menandatangani Faktur Pajak tersebut berikut SPT masa PPN atas nama CV PPS,” tandasnya.(BJ04)