Home Ekbis Diresmikan Dirjen, Pedagang Keluhkan Pasar Sepi

Diresmikan Dirjen, Pedagang Keluhkan Pasar Sepi

298
0
Diresmikan Dirjen, Pedagang Keluhkan Pasar Sepi
       BLORA, 4/3 (BeritaJateng.net) – Sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pembeli di pasar kawasan pedesaan “sumber makmur”  desa Puledagel kecamatan Jepon kabupaten Blora. Pasar desa ini sendiri baru saja diresmikan oleh dirjen pembangunan kawasan pedesaan kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi Achmad Erani Yustika bersama Bupati Blora Djoko Nugroho Jumat siang (2/3/2018).
        Darsini salah satu pedagang kerupuk mengaku sejak dua Minggu menempati pasar baru ini, pendapatannya berkurang sampai 50%. Bahkan ia mengaku dalam sehari dagangannya tidak laku sama sekali.
       “Pasarnya sepi mas, kadang laku kadang tidak”, keluh Darsini.
        Beruntung bagi Darsini, saat peresmian pasar pada Jumat kemarin, kerupuknya diborong semua oleh Bupati Djoko Nugroho. “Senang mas, tadi diborong pak bupati seratus ribu. Ini habis, mau langsung pulang,” ucapnya.
        Ika, pedagang sembako mengaku cukup senang bisa menempati pasar baru.meski tidak seramai saat ia jualan di pinggir jalan, namun hasil jualan selama 2 bulan dipasar baru cukup lumayan. “Alkhamdulillah, hasilnya lumayan mas,” ungkapnya.
        Bupati Blora, Djoko Nugroho membantah banyak pedagang yang mengeluh pasarnya sepi. “Gak, siapa bilang. Itu tadi pedagang sembako, dalam sehari bisa dapat satu juta. Itu kan luar biasa,” terang bupati.
       Dirjen PKP Kemendesa PDTT, Ahmad Erani Yustika mengatakan, sudah saatnya pembangunan banyak dilakukan di perdesaan. Oleh karena itulah pemerintahan Presiden Jokowi fokus memperhatikan pembangunan desa dengan membentuk Kementerian Desa, dan mengucurkan dana desa.
        “Desa itu ibarat ibunya kehidupan, sedangkan pemerintah Indonesia ini anaknya. Jauh sebelum Indonesia merdeka, desa-desa sudah ada dan menghidupi masyarakat. Jadi jangan sampai setelah Indonesia merdeka, lantas pembangunan desa dikesampingkan. Dari desa inilah sumber pangan berada,” ucapnya.
        Pasar Kawasan Perdesaan “Sumber Makmur” dibangun dengan dana APBN 2017 senilai Rp 1 miliar melalui Ditjen PKP Kemendesa PDTT. Pasar ini baru selesai pengerjaannya pada akhir tahun 2017 lalu. Pasar di bangun di lahan seluas 5000 meter persegi ditanah kas desa. Pasar ini terdiri dari 8 kios dan 12 los Selasar untuk 30 pedagang.
(MN/El)