Home Headline Direskrimum Polda Jateng Ringkus Tiga Komplotan Perampok Bermodus Polisi Gadungan 

Direskrimum Polda Jateng Ringkus Tiga Komplotan Perampok Bermodus Polisi Gadungan 

IMG-20150624-00907
Semarang, 24/6 (BeritaJateng.net) – Direskrimum Polda Jateng meringkus tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan modus menyamar dengan mengenakan baju anggota Polisi.

Para tersangka sudah menjalankan aksinya tiga kali beberapa tempat di lokasi Polda yang berbeda-beda.

Ketiga tersangka yakni Kukuh Wicaksono (41) warga Ds Cilogo RT 25 RW 8 Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Suharja (41) warga Kp Suket Duwur RT 4 RW 10 Ds Kalijaga Kecamatan Harjamukti, Cirebon, Jabar, dan Tawad Suhardi (44) warga Jalan Rorotan III RT 11 RW 10, Cilincing, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Liliek Darmanto mengatakan mengungkap kasus pelaku perampokan dengan berpura-pura mengaku anggota polisi di beberapa lokasi kejadian lingkup Polda.

“Tiga tersangka ini sudah beraksi di tiga wilayah Polda. Diantara lokasi Polda tersebut yakni, Polda Jateng satu kasus di Kendal, satu Cilacap, Polda DIY dua kasus di Sleman, Polda Jabar satu kasus ada di cirebon,” katanya.

Liliek menambahkan, komplotan ini dalam melakukan aksi selalu mengenakan baju dinas Polri berpangkat Brigadir. Mereka berpura pura melakukan razia dan menghentikan mobil box yang dikendarai. 

“Jadi para pelaku sudah merencanakan aksinya dengan menghentikan laju mobil box yang sudah diincarnya. Disitulah pelaku beralasan mobil box yang dikendarai korban bermasalah,” ujarnya.

Namun karena korban takut, akhirnya dua pelaku Kukuh dan Tawad meminta korban untuk bertemu pelaku lain yang berperan sebagai komandan didalam mobil yang sudah menunggu.

“Jadi korban diantar ke komandannya didalam mobil Avanza. Setelah masuk, korban mulut dan mata korban di tutup menggunakan lakban sementara kedua tangannya di ikat didalam mobil,” ungkapnya.

Tidak lama setelah itu, korban dibawa dan dibuang di pinggir jalan yang sepi sementara mobil box yang dikendarai korban dibawa kawanan pelaku. 

Usai membuang korban, komplotan tersebut berhasil mengambil uang tunai senilai 183 juta rupiah di dua buah brangkas yang tersimpan di dalam mobil box. Komplotan tersebut kemudian melarikan diri dan meninggalkan mobil box ditempat yang sepi.  

Kemudian, petugas dari tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng yang mendapati laporan tentang aksi perampokan tersebut, langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. 

Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha mengungkapkan para pelaku saat melancarkan aksi terbilang sangat lihai. Terbukti komplotan beraksi selalu berpindah-pindah dari daerah satu ke daerah lainnya dan selalu mendapatkan hasil.

“Jadi modusnya menggunakan seragam polisi untuk melakukan kejahatan selalu berhasil. Mereka mengincar mobil box dan sejumlah uang setoran,” tuturnya saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Rabu (24/6) Siang.

Terkait baju dinas Polri yang dipakai pelaku ini didapat dari Jakarta lengkap dengan atributnya.

“Pelaku ini beli baju polisi di sebuah lapak yang ada di Jakarta, lengkap dengan Uniform,” jelasnya.

Hingga saat ini petugas masih terus mendalami aksi perampokan tersebut. Setelah dilakukan pengembangan, diduga masih ada satu tersangka lain yang ikut terlibat dalam jaringan komplotan perampokan itu.

“Masih ada satu orang yang belum tertangkap. Maka dari itu terus kami dalami,” tandasnya.

Dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti berupa beberapa stel seragam Polri beserta atributnya, satu kotak besi, dua buah ponsel, lima buah lakban, dua buah linggis, serta satu unit mobil box Mitsubishi Colt H 1401 RY yang dikendarai korban dan satu unit mobil Toyota Avanza B 1345 TKT yang digunakan sebagai sarana pelaku.  

“Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara,” lanjutnya.(BJ04)