Home Hukum dan Kriminal Direskrimsus Polda Jawa Tengah memeriksa puluhan Mantan Anggota DPRD Kendal secara...

Direskrimsus Polda Jawa Tengah memeriksa puluhan Mantan Anggota DPRD Kendal secara berjamaah di Mapolres Kendal. (Kamis,28/1) .

Polda Jateng Periksa Mantan Anggota DPRD secara Berjamaah

Kendal, 29/1 (BeritaJateng.net) – Direskrimsus Polda Jawa Tengah memeriksa puluhan mantan anggota DPRD Kendal secara berjamaah di Mapolres Kendal, Kamis (28/1). Mereka diperiksa dalam kasus dugaan Korupsi Proyek Sistem Pendapatan dan Aset Daerah (SIPADAT) Tahun 2001 yang tersangkanya Mantan Bupati Kendal, Hendy Boedoro dan Salah seorang Direktur rekanan Proyek tersebut.

Hal ini terungkap dalam pemeriksaan para mantan Anggota Dewan Kendal yang dimulai sejak pukul 9.00 wib hingga selesai, dan secara berjamaah  mereka diberikan penjelasan oleh Pihak Penyidik agar semuanya berkenan menandatangani surat pernyataan sumpah atas keterangannya yang telah dilakukan pemeriksaan pada empat belas tahun silam.

”Kami hanya melaksanakan tugas untuk menelusuri lagi kasus ini dan meminta agar para saksi menandatangani surat pernyataan sumpah atas keterangan lalu,” tutur seorang penyidik dalam pemeriksaannya.

Selanjutnya Pihak Penyidik pun menegaskan, jika kasus ini merupakan kelanjutan hasil supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang beberapa waktu lalu menyambangi institusinya guna membuka lagi kasus dugaan korupsi SIPADAT di Kabupaten Kendal, karenanya hasil pemeriksaan ini nantinya akan digelar dihadapan , Kejaksaan dan KPK RI.

”Jadi hasil pemeriksaan ini setelah digelar, nantinya akan ditentukan apakah patut dilanjut ke Pengadilan atau perlu di SP3 kan,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah, Mastur Darori mengapresiasi dibukanya lagi kasus ini agar dapat diungkap siapa sebenarnya oknum yang bermain dan menikmati Proyek ini hingga tanpa harus melebar ke para mantan Anggota Dewan lainnya yang tidak ikut menikmatinya.

”Mestinya harus diungkap  siapa dalang dan oknum yang menikmati Proyek Sipadat ini,” ungkapnya.

Dan Mastur pun sempat menunjukkan berkas hasil temuan Lembaganya,  jika kasus dugaan korupsi Sipadat Tahun 2001 itu kerugian Negaranya telah dikembalikan para pihak terduga korupsi kepada Kas Daerah. Namun kendatipun demikian, memang guna kepastian hukum perlu diungkap kasus ini secara profesional  agar memenuhi rasa keadilan Masyarakat.

”Ya setelah pemeriksaan ini, harus ada keputusan dilanjutkan ke Pengadilan atau dihentikan, tapi jangan digantung,” imbuhnya.

Ditempat terpisah Ketua LSM Vok Populi, Joko Wiyono yang selalu getol dalam melakukan Pemantauan atas beberapa kasus korupsi di Kendal menanggapi kasus ini secara Normatif. Bahkan saat media ini menginformasikan jika kasus sipadat ini tak terlepas dari Perannya selaku Penggiat Anti Korupsi di Kendal.

Joko Wiyono justru hingga saat ini belum pernah menerima surat apapun dari Para Aparat Penegak Hukum atas perkembangan kasus ini yang sempat dilaporkannya.

”Wah malah saya tidak tahu perkembangan kasusnya, karena sampai kini belum ada balasan surat apapun ke lembaganya,” tuturnya.

Dalam Pantaun Media ini, Pelaksanaan pemeriksaan Para Mantan Anggota DPRD Kendal  ini cukup santun dan Manusiawi. Karena banyak diantara mereka yang diperiksa disamping telah berusia lanjut  namun juga ada yang sering sakit-sakitan. Sehingga pihak Penyidik pun begitu sangat memahami kondisinya dan pemeriksaan ini pun bagi para Mantan anggota lainnya digunakan sebagai ajang reuni kangen-kangenan. (Bj)