Home Headline Dirasa Berat Jalankan Perda Karaoke, Bupati Dihimbau Ajukan Pembatalan

Dirasa Berat Jalankan Perda Karaoke, Bupati Dihimbau Ajukan Pembatalan

478

Demak, 21/11 (BeritaJateng.net)- Jikalau sekiranya Pemerintah Kabupaten Demak untuk melaksanakan Perda No. 11 Tahun 2018 terlalu berat, maka dari itu alangkah lebih bijak dalam hal ini Bupati atau Pemkab Demak mengajukan pembatalan Perda tersebut. Hal tersebut diungkapkan Direktur Lembaga Study Kebijakan Publik (LSKP) Kabupaten Demak Muhammad Rifai.

Dirinya mengaku jika dalam menjalankan Perda tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab Bupati, mengingat Sebagai seorang pemimpin disebuah wilayah harus bertindak tegas terhadap apa yang sudah diterapkan dalam sebuah peraturan.

“Sebenarnya untuk menutup atau menghilangkan karaoke di Kabupaten Demak tidaklah susah, semua tergantung ditangan Bupati tinggal perintah bawahannya saja yaitu Satpol PP,” tegasnya.

Jika dilihat dari regulasi, lanjut Rifai, penutupan tempat hiburan karaoke yang ada di Kabupaten Demak ini sangatlah mudah sekali, apakah sudah mengantongi ijin karaoke, harusnya pemerintah lebih mengedepankan aturan yang ada jangan tebang pilih dalam menjalankan perda yang sudah disahkan.

“Tergantung etika dan kemauan pemeritah itu sendiri mau atau tidak itu saja.dan harusnya,” ujar Dirut LSKP Demak.

Mengingat persoalan tempat hiburan karaoke yang semakin memanas di Kota Wali ini, sudah seharusnya langkah Bupati Demak secepatnya melakukan penutupan tempat tersebut sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika memang dianggap tidak kuasa menjalankan Perda No. 11 Tahun 2018 tentang tempat hiburan, Bupati dihimbau agar melakukan usulan pembatalan peraturan tersebut kepada DPRD.

“Kalau berat dalam menjalankan Perda tersebut silakan Bupati mengajukan pembatalan perda yang sudah disahkan tersebut kepada DPRD,” pungkas Rifai. (BW/El)