Home Hukum dan Kriminal Dirampas Kawanan Begal, Uang Puluhan Juta Amblas

Dirampas Kawanan Begal, Uang Puluhan Juta Amblas

480
Ilustrasi

Semarang, 9/4 (BeritaJateng.net) – Tak pernah terpikirkan di benak Afrizal Rizki Chaniago (26), warga asli Desa Silungkang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Bermaksud liburan di Kota Semarang, ia justru menjadi korban perampasan oleh sejumlah pelaku yang belum diketahui identitasnya saat baru saja menginjakkan kakinya di kota Lunpia.

Akibatnya, korban mengalami kerugian sejumlah barang berharga seperti laptop, kamera DSLR, dua buah ponsel merk I phone dan Samsung, termasuk uang senilai Rp. 35 Juta rupiah. Kejadian apes itu dialami korban saat berada di Jalan Imam Bonjol, Semarang, pada hari Jumat (8/4) kemarin.

Kronologis bermula saat korban baru saja tiba di stasiun Poncol Semarang, hari Jumat (8/4) pagi. Setelah itu, korban berjalan menyusuri kawasan Imam Bonjol. Tepat ketika melintas di depan sekolah Masehi Semarang, sekira pukul 05.00 WIB, korban didatangi oleh tiga orang pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Selanjutnya, tiga pelaku yang mengenakan penutup wajah itu tiba-tiba menggertak korban dengan menuduh mencuri handpone. Diduga tuduhan ini hanya sebagai modus sebelum pelaku melancarkan aksinya lebih lanjut.

Merasa tak tahu menahu perihal yang dituduhkan, korban tentu saja mengelak. Korban semakin bingung ketika akan diajak pelaku ke suatu tempat. Ajakan tersebut tetap saja mendapat penolakan dari korban.

“Ayo ke tempat mess kami, kalau kamu memang tidak mencuri handpone,” ujar korban menirukan keterangan pelaku.

Setelah tak mendapat respon yang berarti dari korban, pelaku lantas menodongkan senjata tajam ke arah Afrizal. Tak hanya itu, pelaku kemudian meminta paksa tas koper milik korban yang berisi beberapa barang berharga.

Korban yang merasa nyawanya tercancam tak dapat berbuat apa-apa. Ia pun dengan terpaksa merelakan seluruh barang bawaannya kepada pelaku. Afrizal semakin putus asa kala ia tak mengetahui sama sekali arah jalan di kota yang baru saja disinggahinya itu.

Atas petunjuk warga, korban akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan unit Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Semarang. (Bjt02)