Home Headline Diperiksa Kejati, Hendi Terlibat Korupsi?

Diperiksa Kejati, Hendi Terlibat Korupsi?

hendi

Semarang, 10/9 (BeritaJateng.net) – Terkait kasus Korupsi Kolam Retensi Muktiharjo, Setelah penetapan lima tersangka. Kali ini giliran Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi  yang dipanggil Kejaksaan Tinggi sebagai saksi dalam kasus korupsi Kolam Retensi Muktiharjo.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi datang memenuhi undangan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah pada pukul 08.05. Kedatangannya lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya, yakni pada 09.00 WIB.

Sebelumnya, setelah Nugroho Joko P. Kepala Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang ditetapkan menjadi tersangka. Empat orang lainnya yakni Rosyid Husodo Kabid Sumber Daya Air Energi an Geologi Dinas PSDA-ESDM selaku pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Imron Rosyadi Konsultan Pengawas, Handawati Utomo selaku Direktur PT HIT dan Tri Budi Joko Purwanto selaku Komisaris PT HIT.

Seperti pemberitaan sebelumnya, PT. Harmony Internasional Technology (HIT) merupakan pemenang lelang pembangunan Kolam Retensi Muktiharjo, Pedurungan Semarang. Mangkraknya pembangunan kolam retensi Muktiharjo senilai Rp. 33,7 milyar, disebut-sebut juga menyeret beberapa nama baik pihak kontraktor maupun pejabat Pemkot.

Menurut keterangan PPKom Rosyid Husodi saat di periksa penyidik Kejati menyatakan, telah terjadi pertemuan pada 29 Desember 2014 antara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan Assisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Semarang, Kepala Dinas PSDA-ESDP, Kepala Dinas DPKAD, PPK, PPHP (empat orang) dan pihak kontraktor.

Pertemuan ini bermula saat pihak Kontraktor (PPKom, Direksi Lapangan, PPHP, Konsultan Supervisi) mulai bermasalah dengan berbagai hal, baik kendala waktu pengerjaan yang molor dari yang dijadwalkan dan baru berjalan sekitar 60-70 persen, kendala dana dan lain sebagainya yang tidak dapat di selesaikan secara internal. Kemudian pihak kontraktor mencoba berkonsultasi dengan Kepala Dinas PSDA-ESDM, Nugroho Joko P. selaku pengguna anggaran.

Menurut keterangannya, Nugroho Joko P. kemudian berinisiatif menghadap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.

Dalam pertemuan dengan dinas dan kontraktor tersebut, Wali Kota akhirnya mengambil kebijakan yakni supaya pekerjaan kontraktor di terima dengan progres fisik 97 persen, dan kontraktor tidak di putus kontrak.

Tim yang hadir dalam pertemuan, atas saran Nugroho Joko berinisiatif membuat addendum seolah-olah pernah dilakukan addendum dengan melihat hasil pekerjaan dilapangan supaya pekerjaan tersebut di terima dengan progress 97 persen oleh tim yang hadir.

Pertemuan tersebut ditindak lanjuti dengan adanya proses pencairan dana 100 persen pembangunan Kolam Retensi Muktiharho (padahal pengerjaan dalam progress pengerjaan fisik 97 persen), bahkan penandatanganan dokumen penerimaan hasil pekerjaan dilakukan malam itu juga (29 Des ‘14).

Dari keterangan tersangka tersebut, terungkap beberapa keganjilan. Apakah Wali Kota Semarang terlibat dalam kasus Kolam Retensi Muktiharjo? Beranikah Kejati menetapkan Hendrar Prihadi sebagai tersangka usai pemeriksaan? (Bj05)