Home Headline Dipendukcapil Didesak Mutahirkan Data Penduduk Jelang Pilkada

Dipendukcapil Didesak Mutahirkan Data Penduduk Jelang Pilkada

pilkadaSemarang, 15/2 (Beritajateng.net) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah mendesak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di kabupaten dan kota yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah pada akhir 2015, untuk segera melakukan pemutakhiran data kependudukan di wilayah masing-masing.

“Data kependudukan ini sangat krusial karena akan menjadi acuan bagi KPU dalam menyiapkan tahapan pilkada, baik penetapan syarat dukungan bagi calon perseorangan maupun untuk acuan menyusun daftar pemilih sementara (DPS) hingga menjadi daftar pemilih tetap (DPT),” kata anggota Komisi A DPRD Jateng Sriyanto Saputro di Semarang, Minggu.

Ia mengingatkan bahwa dalam setiap penyelenggaraan pemilu, termasuk pilkada, sering muncul permasalahan terkait dengan data pemilih, seperti pemilih ganda, penduduk belum terdaftar, orang meninggal dunia masih terdata hingga anggota TNI/Polri tercatat sebagai pemilih.

Menurut dia, untuk menghindari hal itu perlu penyusunan daftar pemilih yang bersumber dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

“Ingat, pintu masuk kecurangan penyelenggaraan pilkada bisa berawal dari DPT sehingga pemutakhiran dana kependudukan ini harus segera dilakukan secara cermat guna menghindari kekeliruan,” ujar politikus Partai Gerindra itu.

Ia mengungkapkan bahea Komisi A sudah memanggil jajaran KPU Jateng serta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jateng Dinsnakertranduk Jateng terkait dengan antisipasi munculnya permasalahan mengenai data pemilih.

“Selain itu, kami juga menindaklanjuti dengan melakukan pantauan persiapan penyelenggaraan pilkada antara lain, di Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Kendal, dan hampir semua daerah yang akan menyelenggarakan pilkada 2015 belum siap dengan DP4,” katanya.

Kalaupun Dispendukcapil di sejumlah daerah memiliki data pemilih pilkada, kata dia, itu bukan yang terbaru masih perlu dimutakhirkan.

Ke-16 daerah di Jateng yang akan melaksanakan pilkada pada 2015 itu adalah Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten,Kebumen, Kota Surakarta, Kabupaten,Boyolali, Kabupaten Kendal, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Blora.

Sebenarnya di Jateng ada 17 daerah yang masa akhir jabatan kepala daerahnya berakhir 2015 tapi Bupati Pemalang akan memasuki purna tugas pada akhir 2015 sehingga pelaksanaan pilkada baru dilakukan 2016.(ant/Bj02)