Home Headline Dinsos Semarang Patuhi Protokol Kesehatan Saat Bagi Kartu Bansos

Dinsos Semarang Patuhi Protokol Kesehatan Saat Bagi Kartu Bansos

265

Semarang, 24/10 (BeritaJateng.net) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang patuhi protokol kesehatan saat membagikan kartu bantuan sosial BASMERDU (Bantuan Sosial Melalui Kartu) di beberapa kelurahan di Kota Semarang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Mutohar, Jumat (23/10).

“Kegiatan pembagian bantuan sosial melalui kartu dilakukan sesuai protokol kesehatan dan wajib 3M. Warga diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Bahkan untuk menghindari kerumunan, dilakukan pembagian kartu secara bertahap dan dibatasi kapasitasnya,” ujar Mutohar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang merealisasikan inovasi pemberian bantuan sosial (Bansos) menggunakan kartu Semarang Hebat. Peluncuran bansos melalui kartu (Bas Merdu) dilakukan di Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

Ia mengatakan, bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 sebelumnya diberikan dalam bentuk sembako. Mulai September ini teknis pemberian bantuan sembako diubah menggunakan kartu yang telah berisi saldo sebesar Rp 100 ribu.

Saldo tersebut dapat dibelanjakan di warung-warung yang telah bekerja sama dengan Pemkot Semarang dan BNI 46 selaku penyedia kartu.

“Ada 130 ribu kartu yang kami berikan secara bertahap bagi warga Kota Semarang. Di Panggung Lor sendiri ada 210 kartu. Kami bekerjasama dengan 434 warung di 16 kecamatan,” terang Muthohar.

Muthohar melanjutkan, pengisian saldo dari Pemkot kepada BNI dilakukan setiap pekan pertama di awal bulan. Masyarakat dapat belanja kapanpun di warung-warung yang telah dikerjasamakan. Saldo tersebut hanya boleh dibelanjakan sembako. Apabila dibelanjakan dalam bentuk lain, seperti rokok pihaknya akan memberikan sanksi bagi keluarga penerima manfaat yang bersangkutan.

“Yang penting kami awasi harus dibelanjakan sembako. Kalau ada penerima yang menbelanjakan pulsa atau rokok akan kena sanksi,” tandasnya.

Dia menambahkan, pemberian bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 akak berlangsung hingga Desember 2020. Sejak awal pandemi, Dinsos telah menyalurkan 630 ribu paket sembako atau senilai Rp 67,7 miliar.

“Kemarin Dinsos selalu disibukkan dengan packing, tapi sekarang dengan pertimbangam efisiensi, protokol kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi lokal, bantuan sosial kami ubah dalam bentuk uang menggunakan kartu,” ucapnya. (El)