Home Kesehatan Dinkes Semarang Targetkan Imunisasi Campak 375.472 Balita 

Dinkes Semarang Targetkan Imunisasi Campak 375.472 Balita 

40
0
Bidan setempat menimbang bayi sebelum diberi imunisasi polio
     Semarang, 9/8 (BeritaJateng.net) – Dinas Kesehatan Kota Semarang menyebutkan setidaknya ada 375.472 anak usia sembilan bulan hingga kurang dari 15 tahun yang menjadi sasaran imunisasi Campak atau Measles dan Rubella (MR).
     “Vaksinasi MR dilakukan periode Agustus-September 2017. Selama periode Agustus ini, sasarannya kami fokuskan ke sekolah-sekolah dulu,” kata Kepala Dinkes Kota Semarang Dokter Widoyono di Semarang, Rabu.
     Ia mencatat setidaknya ada 228 pendidikan anak usia dini (PAUD), 783 TK atau RA, 569 SD atau MI, dan 212 SMP atau MTs yang menjadi sasaran vaksinasi MR untuk siswa usia sekolah yang ada di Kota Semarang.
     Pelayanan imunisasi MR, kata dia, dilakukan para petugas dari 37 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di Kota Semarang yang diterjunkan langsung untuk melayani sekolah-sekolah terdekat.
     “Untuk anak usia belum sekolah, kami fokuskan pelaksanaan vaksinasinya pada periode September 2017. Kurang lebih ada 1.584 pos pelayanan terpadu (posyandu) yang menjadi sasaran program imunisasi MR,” katanya.
     Diakui Widoyono, program imunisasi Campak dan Rubella sebenarnya sudah ada, tetapi baru diwajibkan pada tahun ini, sementara sebelumnya hanya imunisasi Campak yang dimasukkan sebagai program wajib.
     Menurut dia, sebenarnya masih banyak vaksinasi yang belum diwajibkan di Indonesia, seperti vaksinasi Mumps (gondongan) yang biasanya digabung Campak dan Rubella jadi MMR, serta influenza.
     “Namun, pemerintah terus mengupayakan penambahan vaksinasi untuk peningkatan kesehatan, seperti imunisasi MR mulai tahun ini. Ya, artinya kemampuan anggaran pemerintah meningkat,” katanya.
     Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Semarang Dokter Mada Gautama menambahkan Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan virus.
     “Penyakit Campak dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti diare, radang paru pneumonia, radang otak, kebutaan, gizi buruk. Bahkan, kematian. Makanya, Campak sangat berbahaya,” katanya.
     Ia menjelaskan gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit, disertai batuk, pilek, dan mata merah, sementara Rubella tidak spesifik dan bisa tanpa gejala.
     “Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak. Tetapi, apabila menulari ibu hamil pada trimester pertama dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan,” katanya.
     “Dari target sasarannya, sampai per 8 Agustus 2017 tercatat sudah 55.607 anak diimunisasi atau 14,87 persen. Pada periode Agustus ini, sasarannya sekolah, nanti posyandu periode September 2017,” katanya. (El)