Home Headline Dinilai Janggal, Penerbitan TDUP Ex Zeus Karaoke Harus Ditinjau Ulang

Dinilai Janggal, Penerbitan TDUP Ex Zeus Karaoke Harus Ditinjau Ulang

399
Zeus Karaoke

SEMARANG, 9/7 (BeritaJateng.net) – Karaoke Ex Zeus yang ada di Lantai 2 Hotel Grand EDGE berencana akan membuka kembali dengan nama baru. Namun terganjal dengan perijinan yang belum beres.

Management Ex Zeus hanya bermodalkan TDUP dan OSS yang diterbitkan oleh Pemkot Semarang. Sementara Zeus Karaoke sendiri telah ditutup oleh Pemkot Semarang karena tersandung kasus pidana dan perijinan yang tidak diperpanjang.

Hal tersebut dibenarkan oleh management hotel Grand EDGE. PT Kekancan Mukti melalui Marcomnya, Rizky Agung Widodo. Menurutnya, selaku perusahaan pemilik Hotel Grand Edge, seharusnya mendapat pemberitahuan terlebih dahulu jika management ex-Zeus Karaoke akan membuka jenis usaha serupa dengan management dan nama yang baru.

“Awalnya ada kegiatan bersih-bersih ruangan di ex-Zeus Karaoke pada Sabtu (27/6/2020). Karena tidak ada pemberitahuan, akhirnya kami pasang notice (peringatan dilarang masuk) sekaligus minta kelengkapan perijinannya termasuk salinan putusan pengadilan. Karena tidak bisa menunjukkan maka kita menolak mereka membuka usahanya,” beber Rizky kepada wartawan.

Atas kejadian tersebut, pihaknya akan mengundang management ex Zeus Karaoke.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ulfi Imran Basuki membenarkan telah menerbitkan TDUP kepada ex Zeus Karaoke dengan nama “Octopus Karaoke Semarang” berlokasi di Lantai 2 Hotel Grand Edge Semarang.

“TDUP dan OSS sudah terbit, tapi SIUP MB masih proses karena akan ada tinjauan lapangan. Terbitnya TDUP karena dinyatakan telah memenuhi syarat dengan melampirkan surat rekomendasi dari kepolisian. Kalau soal surat perjanjian sewa menyewa, jika pemilik tempat merasa keberatan atas terbitnya TDUP, bisa melayangkan surat keberatan kepada Pemkot Semarang. Nanti kami dari DPMPTSP langsung menindaklanjuti,” pungkasnya.

Tinjau Ulang

Sementara itu Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane memberikan apresiasi kepada pihak Hotel Grand EDGE karena menolak management ex Zeus Karoake untuk membuka kembali usahanya.

“Karena secara hukum, keterlibatan Zeus Karaoke dalam prostitusi sudah jelas dari putusan sidang, sehingga penolakan itu sah secara hukum,” tandas Neta.

Selain itu, Neta meminta kepada Kapolda Jateng untuk memerintahkan penyidik Dit Reskrim Um yang menangani kasus prostitusi Zeus Karaoke untuk menindaklanjuti keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan dalam putusan sidang.

“Tanpa diminta pun seharusnya polisi bisa menindaklanjuti kasus itu berdasarkan putusan sidang, karena jelas dalam putusannya para pihak harus turut bertanggungjawab atas aksi prostitusi tersebut. Kapolda Jateng harus memerintahkan penyidiknya,” tandas Neta.

Lebih lanjut Neta mengaku ironis dengan terbitnya TDUP dari DPMPTSP Kota Semarang untuk management ex Zeus Karaoke yang dulu ditutup Pemkot Semarang karena persoalan perijinan.

“Ironis, karena DPMPTSP mengeluarkan TDUP untuk ex Zeus Karaoke tanpa melakukan tiniauan lapangan. Meski management mengajukan ijin dengan nama baru, seharusnya pihak terkait melakukan tinjauan lapangan untuk fakta-fakta di lapangan,” ujarnya.

Pasalnya, secara bisnis, pihak hotel keberatan Ex Zeus Karaoke membuka usahanya kembali ditempat yang sama karena kesandung hukum dan ada klausul kontrak yang dilanggar.

“Tapi tanpa rekomendasi dari pemilik tempat usaha, DPMPTSP bisa menerbitkan TDUP, ini kan aneh, ini sebuah kecerobohan menurut saya,” tandas Neta.

Untuk itu Neta meminta kepada Wali Kota Semarang untuk menegur dinas terkait karena menerbitkan surat ijin tanpa cek lapangan.

“Wali Kota Semarang harus menegur dinas terkait kenapa terbit TDUP tanpa cek lapangan. Selain itu, Pemkot Semarang juga harus memproses hukum kepada management ex Zeus Karaoke karena membuka segel tanpa sepengetahuan Pemkot Semarang,” pungkas Neta.

Senada dengan IPW, Koordinator Gempar Jateng Wijayanto juga meminta kepada Wali Kota Semarang untuk meninjau kembali terbitnya TDUP untuk ex Zeus.

“Karena pihak hotel keberatan. Selain itu dalam putusan pengadilan menyebutkan beberapa nama yang layak dimintai pertanggungjawaban,” tambahnya. (El)