Home Lintas Jateng Dinilai Boros, DPRD Pekalongan Soroti Anggaran Pilkada 2015

Dinilai Boros, DPRD Pekalongan Soroti Anggaran Pilkada 2015

pilkada langsungPekalongan, 13/11 (Beritajateng.net)– Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyoroti masalah anggaran Pemilihan Kepala Daerah 2015 yang dinilai relatif besar.

Ketua Komisi A DPRD Kota Pekalongan, Aji Suryo, di Pekalongan, Kamis, mengatakan anggaran Pilkada 2015 yang diajukan sekitar Rp11,9 miliar besar rawan terjadi penyelewengan sehingga diharapkan lebih diefisienkan lagi.

Anggaran penyelenggaran pilkada yang semula diajukan sebesar Rp7 miliar dan kini naik menjadi Rp11,9 miliar tersebut, kata dia, akan digunakan keperluan komisi pemilihan umum (KPU) sekitar Rp8 miliar, panitia pengawas pemilu Rp Rp1,9 miliar, dan pengamanan Rp2 miliar.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Pekalongan, Riskon, mengatakan pengunaan dana APBD untuk pilkada diharapkan lebih efisien mengingat anggarannya berasal dari dana APBD bukan dari APBN.

“Kami berharap penggunaan anggaran proses Pilkada 2015 lebih diefisienkan lagi karena menggunakan dana APBD,” katanya.

Wali Kota Pekalongan, Basir Achmad, mengatakan pemkot siap melaksanakan pemilihan kepala daerah sesuai dengan perppu yang berlaku saat ini dan menghindari pembengkakan dana anggaran.

“Jika memang ada anggaran tambahan, masih bisa ambil dari dana cadangan yang jumlahnya mendekati Rp5 miliar. Selain itu, kekurangan anggaran pilkada bisa masuk pada APBD Perubahan 2015 karena jika mengacu perppu maka pilkada dilaksanakan serentak pada September 2015,” katanya.

Menurut dia, pemkot sudah menerima proposal dari KPU yang berisi beberapa perubahan beserta tambahan anggarannya yang kini masih dievaluasi.

“Untuk sementara, kami akan memakai proposal KPU yang lama dalam pengalokasian anggaran pilkada. Itu pun untuk satu kali putaran dulu karena anggarannya terbatas,” katanya. (ant/BJ)

Advertisements