Home Lintas Jateng Dinas PU Semarang Evaluasi Banjir Kaligawe

Dinas PU Semarang Evaluasi Banjir Kaligawe

39
0

Semarang, 9/10 (BeritaJateng.net) – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang mengevaluasi banjir yang masih terjadi di kawasan Kaligawe Semarang akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan.

“Kami telah evaluasi banjir di kawasan Kaligawe beberapa waktu lalu karena sumbatan dari sampah yang sangat banyak,” kata Kepala Dinas PU Kota Semarang Iswar Aminuddin di Semarang.

Ia menyebutkan setidaknya empat truk dikerahkan untuk mengambil tumpukan sampah di saluran air yang berada di kawasan Kaligawe yang menyumbat aliran air sehingga menyebabkan genangan banjir.

Menurut dia, sebenarnya program penanggulangan rob telah dinilai berhasil, tetapi ketika hujan deras ternyata menyebabkan genangan banjir yang tinggi di kawasan Kaligawe yang menjadi akses jalur Pantura.

“Ternyata, salah satu kendalanya adalah banyaknya sampah yang menyumbat saluran air. Kami kerahkan sedikitnya empat truk untuk mengambil tumpukan sampah di saluran-saluran air,” katanya.

Selain itu, kata dia, pompa-pompa air yang sudah disiagakan di Sungai Sringin yang ada di sepanjang jalur Kaligawe belum maksimal menyedot air sehingga membuat genangan banjir tetap tinggi.

“Saat ini, kami telah terjunkan semua pompa berkapasitas besar sebanyak tujuh unit, dan pompa-pompa portabel berukuran kecil untuk menyedot air di sepanjang jalur Kaligawe,” katanya.

Untuk titik-titik banjir yang tidak bisa tertangani secara langsung akan diprogramkan pada 2018, lanjut dia, seperti pembangunan saluran air baru di kawasan Simpang Lima Semarang.

“Kami tidak mungkin untuk memperbaiki drainase yang lama karena telah tertutup shelter pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Simpang Lima. Jadi, kami buatkan drainase yang baru,” katanya.

Ia menjelaskan secara teknis saluran baru akan diarahkan dari pertokoan di Simpang Lima menuju saluran air di depan Rumah Sakit (RS) Telogorejo yang ada di Jalan Ahmad Dahlan Semarang.

“Begini, kami sudah lakukan penghitungan. Ketika kawasan Simpang Lima banjir, ternyata saluran air yang ada di Jalan Ahmad Dahlan dan Kampung Kali Semarang belum penuh,” katanya.

Di sisi lain, Iswar juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, yakni dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai atau saluran air.

“Banyak keluhan terkait banyaknya sampah yang menyumbat saluran air dan sungai. Ini kan kaitannya dengan kesadaran masyarakat, sebab ketika hujan deras bisa menyebabkan banjir,” pungkasnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here