Home Headline Dinas Pendidikan Edarkan Surat Larangan Perayaan Valentine ke SMP Se-Semarang

Dinas Pendidikan Edarkan Surat Larangan Perayaan Valentine ke SMP Se-Semarang

77
0

Semarang, 13/2 (BeritaJateng.Net) – Dinas Pendidikan Kota Semarang mengeluarkan surat edaran terkait dengan Larangan Perayaan Hari Kasih Sayang (Valentine Day) yang di tujukan kepada siswa/siswi SMP se Kota Semarang dan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan di Kota Semarng.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan, Surat Edaran tersebut merupakan bentuk himbauan. Hal tersebut bertujuan supaya anak didik tetap fokus dalam mengikuti segala kegiatan proses belajar mengajar di sekolah.

“Itu kan di himbau, supaya anak-anak itu pada posisi dia fokus pada pembelajaran, bnentunya himbauan,” ungkapnya Saat di Hubungi BeritaJateng.net.

Ia menjelaskan, himbauan tersebut bertujuan supaya sekolah melakukan pemantauan kepada anak didik, sehingga anak didik tidak melakukan hal-hal negatif saat perayaan hari kasih sayang (Valentine Day). Menurutnya, sejauh kegiatan untuk memperingati Valentine Day dengan melakukan kegiatan yang positif, pihaknya tidak melarang.

“Kecuali kegiatan bentuknya positif seperti pentas seni, kegiatan keagamaan, kegiatan oleh raga, itukan positif semua itu di perbolehkan.  Himbauanya itu terhadap kegiatan-kegiatan yang negatif, seperti misalnya kumpul-kumpul sampai narkoba itu kan bahaya kan, jadi akan kita awasi itu,” jelasnya.

Dia Juga mengatakan, kebiasaan saat moment Valentine, yakni berupa bagi-bagi coklat masih dapat dilakukan oleh para siswa, asal dengan tujuan menjalin persaudaraan antar teman, gotong royong, maupun segala kegiatan positif lainnya.

“Begini kalo yang namanya persaudaraan, gotong royong itukan pendidikan yang baik to? gotong royong membantu saudara iu kan baik yang kita himbau itu kan jangan sampai melakukan kegiatan yang merugikan to mas. pndidikan gotong royong, membantu teman, membantu sekolah itu barang baik. yang kita himbau itukan jangan sampai kegiatan yang merugikan to mas. kalo memberi coklat ya tidak di larang lah, orang aku di kei ya gelem kok,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, prinsip dari surat edaran tersebut yakni sebagai antisipasi serta perhatian kepada seluruh anak didik. Jangan smpai sekolah tidaka memberikan kepada para siswa sehingga anak didik melkukan kegiatan yang diluar norma atau aturan.

“Jadi prinsipnya adalah, kita itu jaga-jaga sehingga semua itu memberikan perhatian, jangan sampai itu nanti sekolah tidak memperhatikan anak kita nanti melakukan kegiatan yang negatif atau merugikan dirisendiri kita semua kan menjadi gelo. kita iu menghimbau supaya kegiatan yang ada di sekolah kaloau toh ada aktivitas itu diambil yang posiotif,” jelasnya.

Sementara dalam bentuk pengawasan, pihaknya sudah berkoordinasi dan memberikan arahan kepada para guru maupun pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk memberikan arahan keppad anak didik di masing-masing sekolah.

“Guru sudah diberi arahan secara utin, bersama dengan teman teman pembina osisi untuk memberi arahan kepada anak anak. kalian sebaiknya tidak mengikuti yang seperti ini, kalo yang seperti ini ya silahkan.. kan gitu to,” ungkapnya. (El)