Home News Update Dinas Pendidikan Diminta Putuskan Penggunaan Kurikulum

Dinas Pendidikan Diminta Putuskan Penggunaan Kurikulum

kurikulum
Semarang,12/1 (Beritajateng.net) – Dinas Pendidikan Jawa Tengah diminta segera membuat keputusan yang tegas soal penerapan kurikulum di sekolah baik dasar maupun menengah.

Hal ini perlu dilaksanakan mengingat saat ini banyak sekolah yang mulai kembali menggunakan kurikulum 2006 sementara banyak diantaranya mempertahankan kurikulum 2013.
Berdasarkan survei yang dilaksanakan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah, sebanyak 91 persen guru dari 356.582 guru di Jawa Tengah menginginkan agar tetap memberlakukan kurikulum 2013.
Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Moh Zen ADV saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (12/1). “Dari paparan yang disampaikan Kepala LPMP Dr. Machali, MM, 91 persen guru (di Jateng) menginginkan tetap diberlakukan kurikulum 2013. Sisanya tidak tegas menginginkan kembali ke kurikulum 2006,” ungkapnya.
Keinginan sebagian besar guru untuk menggunakan kurikulum 2013 ini didasari pada hasil sementara penerapan kurikulum tersebut sudah bisa menjadikan siswanya lebih baik dan lebih berkwalitas dalam penyerapan ilmu yang diajarkan dan tingkah laku siswa yang laporan secara terdiskripsi disampaikan kepada orang tua siswa.
Hal ini didukung juga dengan temuan Direktoran Pendidikan Dasar dan Direktorat Pendidikan Menengah yang melansir hasil evaluasinya dengan hasil 75 persen orang tua siswa menginginkan penerapan kurikulum 2013.
“Pada kurikulum 2013 penilaian terhadap hasil studi siswa dilaksanakan dengan metode kwalitatif deskriptif dan bukan lagi numerik kwantitatif sebagaimana kurikulum 2006. Dengan metode ini orang tua mengetahui nilai anaknya lebih terrinci karena dideskriptifkan,” jelas Zen.
Senada dengan Zen, Anggota Komisi E dari Fraksi Gerindra Yudi Indras Wiendarto mengungkapkan, perlu ketegasan dari Dinas Pendidikan Jateng agar sekolah sekolah tidak kebingungan dalam penerapan kuriukulum di sekolahnya.
“Minggu depan kami akan panggil Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah untuk menjelaskan peta penggunaan kurikulum di sekolah sekolah agar segera bisa mengambil kebijakan yang tidak membingungkan,” katanya.
Menurut Yudi, selam ini sekolah sekolah di Jawa Tengah sudah menggunakan kurikulum 2013 dan terbukti berjalan dengan baik. Oleh karena itu, menurut dia, tidak bijaksana kalau dipenggal begitu saja dan kembali menggunakan kurikulum 2006.”Kalau diubah dengan mendadak seperti ini kasihan siswa dan gurunya,” pungkasnya.(BJ013)