Home Lintas Jateng Dinas Bina Marga Realisasikan 29 persen Pembangunan Fisik di Kota Semarang

Dinas Bina Marga Realisasikan 29 persen Pembangunan Fisik di Kota Semarang

560
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Semarang, 8/9 (BeritaJateng.net) – Dinas Bina Marga Kota Semarang telah merealisasikan pembangunan fisik dengan anggaran Rp. 56,3 miliar atau sekitar 29 persen hingga Agustus tahun 2015.

“Agak sedikit melenceng namun sudah kita kejar hingga awal September dan sudah berhasil hanya laporan awal terperinci memang baru untuk awal Agustus, dengan target realisasi pembangunan fisik yang diharapkan hingga Agustus memang hanya 32 persen,” terang Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminuddin di Semarang.

Menurutnya, realisasi pembangunan fisik 29 persen dari total anggaran belanja yang dimiliki dinasnya mencapai Rp. 399 miliar yakni baru Rp. 56,3 miliar anggaran yang dibelanjakannya.

Dirinya optimis seluruh anggaran Bina Marga akan terserap 100 persen tanpa Silpa hingga akhir tahun. Hal itu didorong dengan beberapa pekerjaan besar yang sudah mulai dilaksanakan sekitar Juni-Juli lalu.

“Pekerjaan tersebut sudah berjalan, sudah selesai lelang namun belum rampung jadi belum dibayar meski realisasi di lapangan sudah nampak,” tukasnya.

Ditambahkan, beberapa pekerjaan besar dengan biaya tinggi saat ini tengah berlangsung usai tuntas proses lelangnya Mei lalu. Di antaranya adalah Peningkatan Jalan Kartini-Gajah (Rp11 miliar), peningkatan Jalan Wolter Monginsidi (Rp10 miliar) dan peningkatan Jalan Kedungmundu-Tentara Pelajar (Rp15,6 miliar).

Begitu pula pembangunan Jalan Tlogosari Raya senilai Rp17,5 miliar juga tengah dikerjakan dengan realisasi fisik di lapangan sebesar 25 persen. Selain itu, pihaknya juga menganggarkan dana sebesar Rp63,5 miliar khusus untuk program rehabilitasi dan pemeliharaan jalan serta jembatan yang tentunya baru dapat direalisasikan total di akhir tahun nanti.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyerapan anggaran Pemerintah Kota Semarang tahun 2015 hingga September ini baru mencapai 66 persen. Sedangkan khusus untuk realisasi pembangunan fisik baru sekitar 42 persen.

Salah satu faktor rendahnya penyerapan anggaran karena menurut ULP lelang pekerjaan sangat banyak sekali dan antri. Ini seharusnya bisa diatasi, dengan memprioritaskan lelang pekerjaan yang nilai nomimalnya cukup besar.

Adapun dinas dengan serapan terendah adalah Dinas PSDA yang hanya mampu menyerap anggaran sebesar Rp20 miliar. Adapun anggaran pembangunan kecamatan tersbesar ada di Genuk yang mencapai Rp15 miliar. (Bj)