Home Hukum dan Kriminal Dilatarbelakangi Masalah Kerjaan, Endro Nekat Gorok Leher

Dilatarbelakangi Masalah Kerjaan, Endro Nekat Gorok Leher

Semarang, 5/1 (BeritaJateng.net) – Endro Purnomo, (31) warga Dukuh Grogol RT 04 RW 04, Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus yang tewas bunuh diri, di Jalan Pedurungan Tengah V, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Selasa (5/1) siang tadi, diduga dilatar belakangi persoalan kerjaan.

Pasalnya, pada pagi hari sebelum kejadian, sekitar pukul 09.00 WIB, Endro yang diketahui bekerja di bagian programer Sistem Informasi dan Manajemen (SIM) RSUD Ketileng Semarang dikumpulkan oleh atasannya.

Setelahnya, Endro mengajukan surat pengunduran diri ke Direktur RSUD Ketileng Kota Semarang, Susi Herawati. Dalam surat itu, korban (Endro) memberikan alasan pengunduran dirinya karena ada persoalan keluarga.

“Dia tadi pagi sebelum kejadian mengajukan surat pengunduran diri. Alasan yang dia sampaikan lantaran mempunyai permasalahan keluarga,” kata Herawati kepada wartawan, Selasa (5/1).

Namun demikian, Herawati membantah jika korban selama bekerja mempunyai persoalan di RSUD Ketileng Semarang. Terkait soal perkelahian yang terjadi di toilet RSUD Ketileng, ia menyatakan tidak ada hubunganya dengan masalah pekerjaan.

“Tidak ada hubunganya dengan pekerjaan. Mungkin dia jengkel, emosi, dan yang dia (korban) pukul juga bukan orang rumah sakit. Tidak ada kaitan dengan kerjaanya di bagian SIM rumah sakit. Karena yang dipukul orang bagian verifikasi keuangan,” jelasnya.

Perihal tewasnya korban, ia pun mengaku merasa kaget jika Endro yang masih lima bulan bekerja di RSUD Ketileng Semarang itu, berbuat nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

“Kita belum sempat memproses surat pengunduran dirinya. Saya menerima kabar pertama dari staf saya pagi tadi saat rapat di DPRD Kota Semarang. Terus terang saya kaget,” imbuhnya.

Semasa hidup, Endro dikenal pribadi yang pendiam, dan cenderung tertutup dimata teman-temannya.

“Dia dikenal oleh beberapa rekan kerjanya sebagai sosok orang yang tertutup dan pendiam,” ujar Herawati.

Diberitakan sebelumnya, warga Pedurungan Tengah V, Kecamatan Pedurungan, Semarang, Selasa (5/1) siang tadi digegerkan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria bernama Endro Purnomo (31) warga Dukuh Grogol RT 04 RW 04, Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Menurut keterangan dari saksi, Fauzi warga sekitar, mengatakan korban awalnya tengah mengendarai sepeda motor Supra X warna hitam bernopol K 4389 BR. Sekitar pukul 09.30 WIB, pria itu menerima telepon dengan posisi berdiri.

“Dia sempat lewat, terus berhenti di perempatan sini, kemudian terima HP dan setelah itu membanting helm. Saya tiba-tiba dengar teriakan Allahu Akbar, yang teriak tetangga saya. Langsung saya kesini mau mendekat ia bawa pisau, dan disayat-sayatkan pisau itu ke lehernya,” beber Fauzi saat memberikan keterangan kepada petugas Inafis Polrestabes Semarang.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan anggota kepolisian dari Polsek Pedurungan dan Polrestabes Semarang. (Bjt02)