Dikeroyok Orang Tak Dikenal, Pemilik AW Resto Tegaskan Perizinan Resto dan Karaokenya Lengkap

AW Mulyadi perlihatkan kelengkapan ijin resto dan karaoke miliknya.

KARANGANYAR, 5/1 (BeritaJateng.net) – Korban penganiayaan yang juga pemilik resto, Agustina Wawan (AW) Mulyadi menceritakan kronologis kejadian awak penganiayaan terhadap dirinya. Disela-sela mendampingi tim Inafis AW Mulyadi menujukkan dimana dirinya dipukuli oleh rombongan tak dikenal tersebut.

Puluhan orang menggunakan tutup muka warna hitam datang berombongan dengan menggunakan sepeda motor dan juga mobil. Bahkan sopir pribadi AW diancam dengan menggunakan senjata tajam.

“Saat kejadian, kebetulan saya ada disini. Tiba-tiba ada rombongan masuk. Dan langsung berteriak,” cerita AW Mulyadi pada sejumlah wartawan, Kamis (5/1/2017).

AW Mulyadi melanjutkan, saat itu dirinya langsung berinisiatif mendekat dan bertanya baik-baik apa yang bisa dibantu. Namun jutru mereka langsung memukulinya beramai-ramai.

Saat itu AW mengaku dirinya baru saja pulang dan masih menggunakan pakaian seragam safari. Mungkin pada saat itu mereka mengira dirinya adalah salah satu security di restoran. Tanpa banyak bicara mereka langsung memukulnya tanpa ampun.

Pelaku penganiayaan baru berhenti memukul saat karyawan berteriak memanggil namanya yakni  Pak AW secara berulang-ulang. Pelaku langsung terkejut dan berhenti memukul dan langsung kabur.

“Pelaku berhenti memukuli saya setelah karyawan saya berteriak memanggil nama saya, baru mereka berhenti dan langsung melarikan diri,” lanjut AW.

Karena pengeroyokan  yang dilakukan berombongan tersebut mengakibatkan bibirnya terluka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan delapan jahitan di bibir AW Mulyadi.

AW Mulyadi juga menjelaskan jika perijinan restonya lengkap. Termasuk juga masalah ijin karaoke miliknya juga resmi perijinannya. Hal itu dibuktikan dengan mengeluarkan semua perijinannya.

“Lengkap semua termasuk karaokenya. Dan satu lagi bila resto ini tidak  menjual minuman keras,” tegas AW. (DB/EL)

Tulis Komentar Pertama