Home Hiburan Digitalisasi Wisata untuk Genjot Peningkatan Turis Mancanegara di Semarang    

Digitalisasi Wisata untuk Genjot Peningkatan Turis Mancanegara di Semarang    

657
0
Turis Mancanegara Kapal Pesiar MS Silver Muse Disuguhi Aneka Kesenian Tradisional
SEMARANG, 7/2 (BeritaJateng.net) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang siap meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mencanegara ke ibu kota provinsi Jawa Tengah ini. Instansi tersebut bersama dengan stakeholder pariwisata akan memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan, tidak hanya domestik, tapi juga mancanegara. Digitalisasi wisata menjadi bagian penting untuk meraih tujuan tersebut.
Predikat sebagai peringkat kelima kota metropolitan dengan kunjungan wisata terbanyak pada 2018, menjadi tantangan bagi dinas ini untuk meningkatkan prestasi tersebut di tahun ini.
Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari mengatakan, meski Semarang sudah menjadi kota metropolitan tujuan wisata peringkat kelima, prestasi itu harus ditingkatkan. “Kita ingin raih nomor tiga. Setelah Surabaya, Medan, kenapa ga Semarang,’’ kata dia.
Dia menyebut, saat libur Tahun Baru 1 Januari 2019, kunjungan wisatawan di Kota Semarang melebihi target. Di Semarang Zoo, dalam sehari mencapai 26 ribu. Jumlah tersebut mengalahkan kawasan PRPP Jateng yang dikunjungi 8 ribu lebih wisatawan.
Ia optimistis peringkat tiga bisa diraih dengan modal potensi pariwisata yang dimiliki Kota Semarang. Sebab peringkat lima didapatkan sebelum ada ada Taman Indonesia Kaya dan Semarang Bridge Fountain Banjirkanal Barat. Tahun ini revitalisasi Kawasan Kotalama juga sudah selesai sehingga akan menjadi daya dukung pariwisata juga.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemasaran. Karena itu, perlu kiranya bersinergi dengan stakeholder pariwisata dan media massa.
Pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa program untuk meningkatkan pariwisata Kota Semarang. Tugas pertama adalah go international sehingga tidak hanya berkutat pada hal-hal rutin.
Iin juga menyinggung pentingnya digitalisasi wisata. Sebab di era sekarang, masyarakat bepergian, memilih objek wisata, membayar, sampai mempromosikan di daerah asal, semua menggunakan sistem digital. Karena itu pemerintah perlu sinergitas dengan semua stakeholder dan tidak bisa berdiri sendiri. (El)