Home Headline Difabel di Blora Luncurkan Batik Asian Paragames

Difabel di Blora Luncurkan Batik Asian Paragames

628
0
Difabel di Blora Luncurkan Batik Asian Paragames
       BLORA, 12/9 (BeritaJateng.net) – Menyambut perhelatan kejuaraan asian Paragames bulan Oktober mendatang di Jakarta, komunitas difabel Blora mustika (DBM) melaunching batik baru bermotive asian Paragames. Peluncuran batik asian Paragames ini diharapkan dapat memberikan motivasi berlipat kepada atlet Paragames Indonesia yang akan bertanding.
       Batik Asian Paragames dibuat dengan teknik cap. Batik didominasi  warna hitam dengan kombinasi gambar burung elang Bondol sebagai logo asian Paragames 2018. Disamping gambar logo, ditambahkan motive gambar seorang atlet Paragames di atas kursi roda.
       Ketua DBM, Abdul Ghofur mengatakan, batik asian Paragames dibuat selama 3 hari. Pembuatnya merupakan orang-orang difabel yang tergabung dalam DBM.
       “Ini yang membuat semuanya orang- orang difabel. Harapannya agar bisa memotivasi para difabel di Blora dan Indonesia agar terus berprestasi”, ucap Abdul Ghofur di sanggar batik DBM di jalan Hasanudin, desa kamolan, kabupaten Blora, Rabu (12/9/2018).
        “Selama ini, difabel selalu dipandang sebelah mata, maka dengan adanya batik ini kita ingin tunjukkan bahwa difabel khususnya yang ada di Blora memiliki karya yang bisa dibanggakan”, lanjut Ghofur.
        Saat ini, ada 10 potong batik Paragames yang sudah selesai dibuat. Kain batik dengan panjang 2 meter ini, rencananya akan dijual dengan harga Rp 300 ribu.
        “Ini kami jual Rp 300 ribu per potongnya. Bagi masyarakat yang ingin membelinya, bisa langsung ke sanggar batik kami yang ada di desa kamolan kabupaten Blora”, ujarnya.
        Lebih lanjut, Ghofur berharap, batik asian Paragames buatan DBM ini kedepannya bisa menjadi icon batik bagi semua penyandang disabilitas baik di tingkat nasional bahkan internasional.
        “Batik difabel kan  baru hanya ada di Blora saja, di Indonesia bahkan dunia bahkan belum ada. Kami pengen batik ini nantinya menjadi ikon batik bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia”, Harap Ghofur.
(MN/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here