Home Hukum dan Kriminal Diduga Terlibat Penggelapan Motor, Ternyata Kurir Narkoba

Diduga Terlibat Penggelapan Motor, Ternyata Kurir Narkoba

image
Ilustrasi

Solo, 6/12 (Beritajateng.net) – Kepolisian Resor Kota Surakarta berhasil menangkap seorang tersangka yang menjadi target operasi (TO) kasus Narkoba, Hendrik Mulyanto alias Betet (28) warga Sambeng Sidorejo RT 03 RW 02 Mangkubumen Solo.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Iriansyah melalui Kapolsek Banjarsari Kompol I Ketut Raman, di Solo, Sabtu, mengatakan, tersangka tersebut sebelumnya ditangkap karena diduga terlibat kasus penggelapan sepeda motor milik teman kosnya, di Kandangdoro Banjarsari Solo, pada Sabtu (22/11).

Menurut I Ketut Raman, dari hasil pemerikaan tersangka ternyata menjadi TO oleh Satuan Narkoba Polresta Surakarta, sehingga pihaknya langsung melakukan penggeledahan di rumah korbannya.

Petugas dari hasil penggeledahan di rumah kos tersangka tersebut menemukan sisa paket sabu dan alat hisap (bong) yang tersimpan di laci almarinya. Petugas langsung melakukan test urine terhadap tersangka dan hasilnya positif.

Menurut I Ketut Raman, pihaknya sebelumnya menangkap tersangka karena kasus penggelapan sepeda motor, tetapi dia juga menjadi TO Santuan Narkoba. Tersangka ini, diduga sebagai kurir peredaran narkoba jenis sabu.

Tersangka mengaku bisa mendapatkan narkoba jenis sabu tersebut dengan cara transfer uang melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), setelah itu, dia mengambil barangnya yang diletakkan di suatu tempat sesuai petunjuk orang yang belum dikenalnya.

Selain itu, tersangka mengaku dengan mentransfer uang senilai Rp1.600.000 melalui ATM tersebut akan mendapatkan kiriman sabu seberat satu gram.

Namun, tersangka mengaku tidak mengenal temannya yang sering mengirimkan barang haram tersebut.

“Tersangka tidak mengakui mengenal identitas temannya yang mengirimkan sabu itu. Dia katanya belum mengenal, karena hubungan hanya melalui telepon seluler,” katanya.

Oleh Karena itu, pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa bandar narkoba yang sering beroperasi di wilayah Solo ini.

Atas perbuatan tersebut tersangka dapat dijerat pasal 112 dan 127 Undang Undang RI No.35/2009, tentang Narkotika, dengan anacaman hukuman minimal.empat dan maksimal 12 tahun penjara.(ant/pj)