Home Headline Diduga Konsleting, Pabrik Pembuatan Styrofoam Terbakar

Diduga Konsleting, Pabrik Pembuatan Styrofoam Terbakar

8222
Diduga Konsleting, Pabrik Pembuatan Styrofoam Terbakar
       Semarang, 18/7 (BeritaJateng.net) – Sebuah pabrik pembuatan Styrofoam CV Mitra Sejati Foamindo yang berada di Lingkungan Industri Kaligawe (LIK) Jalan Industri XXII, Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk, Rabu (18/7) siang ludes terbakar.
       Dari informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00. Saat itu para karyawan di pabrik sedang istirahat dikejutkan dengan munculnya api dari bagian gudang.
        “Saat kejadian saya sedang di kantor dan dikabari karyawan kalau pabrik terbakar. Sampai di sini api sudah besar. Informasi yang saya terima titik api dari bagian gudang styrofoam tetapi untuk penyebabnya saya kurang tahu,” ujar Pemilik CV Mitra Sejati Foamindo Roni Gunawan.
        Mengetahui ada api, karyawan dan pemilik pabrik langsung melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dan Polsek Genuk. Laporan tersebut sebenarnya mendapat respons cepat dengan diluncurkannya tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Sampai di lokasi ternyata arus listrik di lingkungan tersebut masih menyala.
         “PLN terlalu lambat. Sudah ditelpon beberapa kali tetapi listrik tidak juga dipadamkan. Pemadam sampai menganggur setengah jam di lokasi, tidak bisa memproteksi atau memadamkan api,” keluh Roni.
        Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Suwarto membenarkan, adanya kendala dalam proses pemadaman di lokasi. Ia mengatakan saat menerima laporan pada pukul 14.15 langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam di posko Terboyo ke lokasi. Selanjutnya menambah sekitar lima unit dari posko lain.
       “Awal tiga unit kami luncurkan, lalu setelah melihat asap dan api yang membumbung tinggi maka kami tambah armada dari posko lain. Total ada delapan armada yang di lokasi,” imbuhnya.
        Terkait adanya kendala arus listrik yang masih menyala, Suwarto menjelaskan pihaknya tidak dapat mengambil tindakan dengan menyemprotkan air ke titik api. Hal tersebut terlalu berisiko jika listrik belum dipadamkan oleh PLN.
       “Kendala pemadaman PLN, sulit untuk dihubungi. Dulu langsung ke sektor bisa tetapi sekarang 113 itu ke pusat dulu baru diteruskan ke sektor. Kesulitannya itu. Kalau pemadam langsung memadamkan api saat listrik dalam keadaan hidup, kami tidak berani. Itu membahayakan petugas karena arus listrik lewat air,” tegasnya.
        Adapun api baru bisa dipadamkan setelah lebih kurang satu jam meski demikian di tengah pemadaman sempat ada percikan api yang diduga karena masih ada arus listrik. Namun hal itu bisa diatasi oleh petugas dengan cepat.
         Titik api yang melahap habis perusahaan bidang produksi styrofoam tersebut diduga berasal dari arus pendek listrik atau korsleting di bagian gudang.  (Nh/El)