Home News Update Diduga Kampanye di Mushola, Bawaslu Demak Panggil Mubaliq Ini

Diduga Kampanye di Mushola, Bawaslu Demak Panggil Mubaliq Ini

300
0
Diduga Kampanye di Mushola, Bawaslu Demak Panggil Mubaliq Ini

Demak, 6/12 (BeritaJateng.net)  – Bawaslu Kabupaten Demak, memanggil seorang caleg DPR RI, KH Idham Kholid karena diduga melakukan pelanggaran kampanye. Idham Kholeh caleg Partai Nasdem, Dapil Jateng 2 yang meliputi wilayah Demak, Kudus, dan Jepara itu datang memenuhi panggilan Bawaslu Demak, Rabu (5/12) siang.

Selama hampir 3,5 jam, Idham Kholid bersama tim pemenangnya dimintai keterangan oleh Bawaslu Demak.

Dai’ kondang asal Demak diduga melakukan kampanye, saat mengisi pengajian di Mushola Al Barokah, Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen, Demak, beberapa waktu lalu.

Ketua Bawaslu Demak, Khoirul Saleh menyatakan bahwa, pada saat diundang sebagai penceramah , yang bersangkutan (Idham Kholid) diakhir acara menjelaskan bahwa Dia caleg DPR RI nomor 5 dan meminta doa supaya warga yang hadir mendukungnya.

“Kami mempunyai bukti rekaman video, ketika tadi kami klarifikasi, yang bersangkutan (Idham Kholid) mengakui bahwa rekaman tersebut memang dirinya,” kata Khoirul.

Menurut Khoirul, sesuai Undang – undang Pemilu, Nomor 7 Tahun 2017, pasal 280 ayat 1 huruf h, pelaksana , peserta dan tim kampanye dilarang, menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan.
“Sesuai pasal 521 , setiap pelaksana, peserta, dan atau tim Kampanye Pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan Kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280 dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah),” tandasnya.

Sementara itu, Idham Kholid mengatakan, sebagai warna negara yang baik dan taat hukum, Dia tentunya harus mentaati dan memenuhi panggilan Bawaslu Demak. Apa yang disampaikannya dihadapan majelis saat mengisi pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tidak ada unsur kampanye.

“Pengajian dianggap kampanye, ini dipersoalkan, dianggap ada yang berbau kampanye. Maulid Nabi ya Maulid Nabi. Kami tidak kampanye. Tidak ada janji – janji maupun alat peraga kampanye (APK). Pada waktu doa, saya hanya mohon doa restu supaya terpilih jadi DPR RI,” katanya kepada wartawan seusai memberikan klarifikasi ke Bawaslu Demak.

“Kalau itu dianggap pelanggaran ya monggo. Sekali lagi, kami tidak ada kampanye, wong minta doa restu saja. Semoga Allah SWT meridhoi saya jadi DPR RI. Sebelum minta doa restu , kita juga berdoa bersama untuk jamah semuanya. Dimana – mana, di acara pengajian maupun acara lainnya, saya selalu minta doa restu. Tidak nyalegpun juga minta doa restu,” tutupnya. (El)

Diduga Kampanye di Mushola, Bawaslu Demak Panggil Mubaliq Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here