Home Headline Di Tengah Pandemi, Petani Porang di Blora Untung Besar

Di Tengah Pandemi, Petani Porang di Blora Untung Besar

168

BLORA, 14/1 (BeritaJateng.net) – Di tengah kesulitan ekonomi dimasa pandemi Covid-19, petani Porang di Kabupaten Blora, Jawa Tengah justru menjadi ladang rejeki baginya.

Pasalnya Porang yang ditanamnya sejak dua tahun lalu, mendapatkan untung besar. Dan pada Januari seperti ini katak yang dihasilkan dari pohon Porang saat ini harganya sangat tinggi perkilonya mencapai Rp. 350.000.

Itulah yang dialami Harianto, petani Porang yang tinggal di desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran ini. Ia memiliki lahan seluas 2500 M2 ditanami kurang lebih 4000 pohon.

“Kalau bicara soal Porang, kita perlu mengubah mindset masyarakat yang selama ini menganggap tanaman Porang itu makanan ular (pakan ulo -bahasa Jawa). Itu keliru besar memang kalau kita lihat hampir sama namu beda,” jelas Harianto.

Padahal lanjutnya, Porang ini manfaat nya sangat besar, mulai dari umbinya, maupun kataknya yang nempel di daun bisa di jual dengan harga yang menggiurkan.

“Saya sendiri sebagai pelaku sudah menikmati hasilnya, saya sudah bisa eksport ke Jepang, umbinya dalam bentuk cip,”imbuhnya.

Menurutnya tanaman Porang ini tumbuh musiman. Di Januari saat ini adalah musim tanam, tapi yang bibitnya dari Porang yang sudah ada umbinya, bukan dari katak yang nempel di daunya. Jadi harus tau kondisi alam jika ingin untung.

“Musim tanam seperti ini kita tidak bisa menanam dari kataknya, namun harus yang sudah berbentuk bibit, dan musim seperti untuk eksport kita juga stop dulu,” papanya.

Mengapa katak saat ini mahal, ini dikarenakan musim seperti ini langka, dan tidak bisa ditanam menunggu bulan Oktober baru bisa ditanam.

“Di lahan saya tinggal mengumpulkan katak, kita timbun untuk bulan Oktober besuk, itu keuntungan kami juga,” bebernya.

Sementara Hastati Tenaga Ahli Pengembangan Tehnologi Tepat Guna (TA-TTG) di Blora mengatakan melihat pengembangan Porang milik Herianto, ia ingin menerapkan ke desa binaan nya.

“Saya ingin terapkan ini di desa melalui pos pelayanan teknologi tepat guna (Posyantek). Apa yang sebelumya dianggap tidak berguna bisa menjadi berguna dan menghasilkan. Ini sangat bagus,” ucap Hastati.

Ia ingin menggandeng Herianto untuk belajar menanam Porang hingga bernilai ekonomis. Bahkan kalau bisa diajarkan sampai bisa eksport ke luar negeri.

“Kalau ini bisa dikelola dengan baik, akan menambah Pendapatan Asli Desa (PADes) di masing masing desa,” tutupnya. (Her/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen + 19 =