Home Ekbis Di Tangan Pemuda Blora, Kayu Rencek Disulap Jadi Patung Animal

Di Tangan Pemuda Blora, Kayu Rencek Disulap Jadi Patung Animal

3053
0
Di Tangan Pemuda Blora, Kayu Rencek Disulap Jadi Patung Animal
        BLORA, 28/4 (BeritaJateng.net) – Kreativitas memang tidak ada batasnya, barang yang tadinya dipandang sebelah mata ternyata bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi. Seperti yang dilakukan Kusminarto (35), warga RT 03 RW 02 Desa Turirejo, Kecamatan Jepon.
        Ia mengubah kayu rencek jati atau kayu sisa-sisa bongkahan jati yang sering digunakan untuk keperluan kayu bakar menjadi sebuah karya seni yang bernilai tinggi. Di tangannya, kayu tersebut diukir, ditatah dan dirempelas menjadi beraneka bentuk patung hewan berukuran kecil yang apik.
       Dirinya mengaku ide awal pembuatan kerajinan patung hewan dari kayu rencek jati itu muncul ketika ia melihat banyaknya bongkahan rencak kayu jati yang dibakar begitu saja untuk memasak dan kurang dimanfaatkan di wilayah Blora.
        Berbekal ilmu ukir yang ia miliki sejak sepuluh tahun lalu ketika bekerja di perusahaan gembol akar jati. Ia lantas mencoba mengubah rencek jati menjadi sebuah patung-patung kecil dan hasilnya banyak pembeli yang berminat sehingga dijadikan sebagai usaha barunya di Desa Turirejo.
         “Sebenarnya saya bergelut di dunia ukir sudah 10 tahun lalu, namun karena banyaknya limbah kayu jati yang ada, kemudian saya mencoba membuat berbagai macam patung dari limbah kayu jati,” jelas Kusminarto.
        Menurutnya, limbah kayu jati yang kerap kali hanya dimanfaatkan menjadi bahan bakar untuk memasak, harganya cukup murah sehingga ia mencoba membuat karya seni dari limbah tersebut agar harganya lebih tinggi.
       “Untuk model patung tergantung bentuk limbah kayu yang di dapat, kadang saya bikin ikan, burung atau lainnya,” ungkapnya.
        Dalam proses pembuatannya Kusminarto juga menggunakan proses manual yaitu dengan menggunakan tatah, gergaji, dan sejumlah alat manual lainnya. Saat pembuatan, ia mengaku juga tidak kesulitan.
        “Satu patung terkadang juga bisa selesai dalam satu hari sampai satu minggu, tergantung bentuk kayu dan karkter patung yang dibuat,” lanjutnya.
         Ia mengaku satu patung limbah dari kayu jati dibandrol dengan harga mulai Rp 50 ribu hingga jutaan, tergantung tingkat kerumitannya. Sedangkan untuk penjualannya Kus sapaan akrabnya masih menggunakan bantuan sejumlah teman teman yang ada di luar Blora.
        “Terkadang saya titipkan teman yang ada di luar daerah seperti Jogja dan Semarang,” katanya.
       Hasil karyanya lanjut Kusmiarto, sejumlah patung animal, seperti patung ikan, burung, gajah, naga, orang, dan sejumlah patung lainnya, dihasilkan hingga mirip aslinya dengan sangat detail.
       “Paling rumit, membuat burung karena harus detail dan teliti di bagian bulunya,” jelasnya.
(MN/El)