Home Headline Di Blora, Ada Sekolah yang Menggelar Ujian hanya Diikuti Dua Siswa

Di Blora, Ada Sekolah yang Menggelar Ujian hanya Diikuti Dua Siswa

325
0
Di Blora, Ada Sekolah yang Menggelar Ujian hanya Diikuti Dua Siswa.
       BLORA, 4/5 (BeritaJateng.net) – Ada yang unik dalam pelaksanaan ujian sekolah berstandard nasional ( USBN) di sekolah dasar negeri (SDN) 2 Sonorejo kabupaten Blora Jawa tengah. Jumlah peserta ujian di sekolah tersebut hanya ada 2 siswa. Meski hanya 2 siswa, namun pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar dengan pengawasan 2 orang guru pengawasan.
       Kepala sekolah SDN 2 Sonorejo, Widyatiningisih mengungkapkan jika memang sekolahnya mengalami kekurangan murid. Untuk siswa kelas 6 hanya ada 2 orang. Sehingga untuk ujian kali ini juga hanya diikuti 2 orang siswa tesebut.
      “Dulu sebenarnya ada 5 siswa, namun sebelum naik kelas 6 mereka keluar semua, sehingga hanya tersisa 2 orang saja,” ucap Widyatiningisih, Jumat (4/5/2018).
        Widya yang juga merangkap menjadi kepsek SDN Sonorejo 1 mengaku, meski hanya diikuti 2 orang siswa, namun USBN tetap digelar secara mandiri oleh pihak sekolah. Hal ini dikarenakan dari diknas kabupaten Blora tidak memberi ijin untuk menginduk.
       “Kita tetap gelar secara mandiri, karena tidak diijinkan menginduk ke sekolah lain dari pimpinan. Katanya nanti kasihan psikis mereka,” ungkapnya.
        Widya menambahkan, kekurangan siswa di sekolahnya sudah terjadi sekitar tahun 2015 lalu. Saat ini jumlah keseluruhan siswa di SDN Sonorejo 2 hanya ada 16 orang, dengan rincian kelas 1, 4 orang, kelas 2, 4 orang, kelas 3, 6 orang dan kelas 6, 2 orang. Sementara untuk kelas 4 dan 5 tidak ada siswanya.
       “Tahun ini masih bisa menggelar ujian sekolah mas, besok tahun berikutnya sudah ndak bisa karena ndak ada muridnya. Padahal dulu sekolah ini sempat jaya dan menjadi favorit. Tapi setelah adanya sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ada di belakang sekolah, murid disini langsung menurun drastis,” ungkapnya.
       Widya hanya bisa pasrah dengan kondisi sekolahnya saat ini. Ia pun menyerahkan sepenuhnya ke diknas pendidikan apakah mau di merger dengan sekolah lain ataupun tidak. “Kalau mau di merger ya silahkan pimpinan, tapi kok infonya tahun ini tidak ada merger sekolah,” pungkasnya.
(MN/El)