Home Lintas Jateng Dewan Tagih Realisasi Pembangunan Embung di Semarang Bagian Atas

Dewan Tagih Realisasi Pembangunan Embung di Semarang Bagian Atas

296
0
Warga Semarang Korban Banjir Mulai Terserang Penyakit
      SEMARANG, 30/12 (BeritaJateng.net) — DPRD Kota Semarang menagih pembangunan embung di kawasan Semarang atas untuk mengantisipasi banjir. Pasalnya, detail engineering design (DED) embung yang telah rampung itu tak kunjung terealisasi.
        “Detail engineering design [DED] katanya sudah ada di 2018. Makanya, pengadaan lahan kami harapkan terealisasi 2019,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono di Kota Semarang, Jawa Tengah.
        Hal tersebut diungkapkan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyusul banjir bandang di daerah Meteseh, Sendangmulyo, dan Bulusan di Tembalang, Semarang.
        Banjir bandang di kawasan perbukitan yang akrab disebut Sigar Bencah itu terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Kedung Winong yang tidak kuat menahan debit air dari hulu seiring derasnya curah hujan. Agung mengatakan legislatif terus mendorong akselerasi pembuatan embung di Sigar Bencah dan kawasan atas lainnya dengan melihat DED dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang.
        “Kalau pengadaan lahan bisa terealisasi pada 2019, pengerjaannya mungkin segera bisa dilakukan pada tahun berikutnya. Di Universitas Diponegoro Semarang juga ada waduk,” katanya.
        Ia mengharapkan adanya koordinasi dari Pemerintah Kota Semarang dengan Undip untuk pemanfaatan waduk yang dimilikinya sebagai upaya pengendali banjir di kawasan bawah.
        “Hulu di Sigar Bencah kan dari Banyumanik. Sumber banjir dari Banyumanik, kemudian aliran air masuk ke Tembalang. Ada waduk Undip, saya harap ada koordinasi dengan Undip untuk optimalisasi waduk,” katanya.
        Sementara itu, Camat Tembalang Heru Sukendar mengatakan segera menginventarisasi beberapa aset lahan milik Pemkot Semarang yang memungkinkan diusulkan sebagai titik pembangunan embung. Selain tidak adanya embung, diakuinya, debit air yang sangat tinggi dari daerah atas membuat drainase yang ada tidak mampu menambung sehingga menyebabkan jebolnya tanggul dan banjir bandang.
        ” Drainase yang sudah ada tidak bisa menampung aliran air dari wilayah Tembalang bagian atas. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PU untuk peningkatan kapasitas drainase jalan,” katanya. (El)