Home DPRD Kota Semarang Dewan Siap Kawal Pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok

Dewan Siap Kawal Pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok

637

Semarang, 2/2 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyatakan kesiapannya mengawal program pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sekitar 70 persen warga di Tambaklorok kan nelayan. Jangan sampai mereka dirugikan karena tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Senin.

Hal tersebut diungkapkan politikus PDI Perjuangan itu usai diskusi bertajuk “Harapan Baru Dari Tambaklorok” yang diprakarsai Radio Sindo Trijaya Semarang FM bertempat di Hotel Aston Semarang.

Menurut dia, pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok tak semata menyangkut infrastruktur, tetapi menyangkut keseluruhan aspek, terutama sumber daya manusia (SDM) dengan mempertimbangkan dampak-dampaknya.

“Bagaimana kaitannya dengan dampak sosial dengan dan setelah Kampung Bahari ini dibangun? Apakah masyarakat diuntungkan, taraf atau derajat hidupnya meningkat, dan sebagainya. Ini harus diperhatikan,” katanya.

Supriyadi mengingatkan aspek kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan sosial harus menjadi perhatian yang erat kaitannya dengan pembangunan SDM dan harus disiapkan seiring pembangunan Kampung Bahari.

Ia mengatakan selama ini masyarakat Tambaklorok yang kebanyakan bekerja sebagai nelayan hanya mengandalkan hidup dari hasil tangkapan ikan, padahal melaut sangat dipengaruhi musim atau kondisi cuaca.

“Jangankan kondisi cuaca buruk, harga solar naik saja nelayan bisa berhenti melaut. Makanya, jangan sampai mereka ini hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan saja. Perlu diberikan keterampilan,” katanya.

Yang jelas, kata dia, legislatif akan terus mengawal pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok yang merupakan program tahun jamak dengan pendanaan bersama dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota itu.

Senada dengan itu, Camat Semarang Utara Jaka Sukawijana membenarkan jika tingkat kemiskinan di Kampung Tambaklorok yang secara administrasi masuk Kelurahan Tanjung Mas, Semarang, itu, paling tinggi.

“Kelurahan Tanjung Mas, terbagi atas dua kampung atau kawasan, yakni Tambaklorok dan Kebonharjo. Tingkat kemiskinan di Kampung Tambaklorok yang sebagian besar nelayan memang paling banyak,” katanya.

Maka dari itu, kata Jaka, pembangunan Kampung Bahari tak bisa sebatas infrastruktur, melainkan harus secara menyeluruh pada semua aspek untuk meningkatkan derajat atau taraf hidup masyarakat setempat. (Bj)