Home DPRD Kota Semarang Dewan Setujui Kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai 

Dewan Setujui Kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai 

358
0
Penyetujuan kenaikan tersebut dilakukan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang
        SEMARANG – DPRD Kota Semarang menyetujui kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 50 persen yang sebelumnya di bahas dalam Rapat Paripurna, sepekan lalu. Penyetujuan kenaikan tersebut dilakukan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Jumat.
        Penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas & Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2019 tersebut dilakukan antara Wali Kota Semarang dengan DPRD Kota Semarang disaksikan seluruh jajaran OPD di Kota Semarang.
        Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan persetujuan kenaikan TPP sebesar 50 persen atau sekitar hampir Rp. 200 miliar tersebut berdasarkan pertimbangan sejumlah pihak terkair dengan belanja yang cukup meningkat dan beban kerja.
        “Disamping sekarang ini sudah tidak ada namanya pungutan diluar ketentuan, ini sudah komitmen para pns untuk tidak melakukan hal tersebut. Ini kan juga pembenahan para aparatur negara dan ini harus diimbangi oleh punishment,” ungkapnya usai rapat.
        Punishment yang dimaksudkan oleh Supriyadi adalah ASN yang tidak mendapat TPP jika melakukan pelanggaran disiplin seperti keterlambatan kerja yang dibuktikan melalui presensi kehadiran dengan teknologi finger print. Pihaknya menyebut, nantinya akan ada penghitungan khusus terkait sanksi itu.
        Namun demikian, lanjut Supriyadi, kendati pihaknya menyetujui adanya kenaikan. Hal ini harus dibarengi dengan pendapatan anggaran daerah yang naik. Seperti ditahun ini yang defisitnya hampir mencapai Rp. 700 miliar. Dengan demikian, seluruh pihak harus tetap fokus dan saling bantu terkait pendapatan daerah.
       “Ketika sudah terpenuhi, baru membahas terkait dengan TPP. Kalau itu cukup dengan anggaran ya tetap kita alokasikan ke kenaikan TPP itu. Yang tahun 2019 mendatang itu ada kenaikan, hanya 50 persen. Tadi disampaikan wali kota ada Rp 4.9 Triliun, tahun ini Rp 5.2 T,” katanya.
        Nilai tersebut, menurut Supriyadi karena masih ada kekurangan dari dana alokasi khusus yang belum masuk ke APBD. Menurutnya, setelah adanya transparansi atau oemberitahuan dari Kementerian Keuangan, total dari belanja APBD tahun 2019 hampir mencapai Rp 5.3 T.
         “Mudah mudahan dengan adanya peningkatan PAD, ya rata-rata adalah 13 persen, untuk tahun depan bisa ditingkatkan. Nanti akan diambilkan dari sisa lebih penggunaan anggaran silpa, diantaranya adalah kita memacu pendapatan untuk menutup defisit yang hampir 700 itu,” pungkasnya.
         Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPRD dan seluruh jajaran OPD Kota Semarang yang telah menyetujui adanya kenaikan TPP sebesar 50 persen pada tahun 2019 mendatang. Hendi, sapaan akrab Wali Kota berharap, para ASN semakin termotivasi untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kota Semarang.
        “Saya berpesan, kenaikan penghasilan ini jangan untuk konsumtif PNS, tetapi digunakan untuk kesejahteraan keluarga,” ringkas Hendi. (El)