Home DPRD Kota Semarang Dewan Semarang Soroti Molornya Pasar Johar Baru

Dewan Semarang Soroti Molornya Pasar Johar Baru

1293
0
Pembangunan Johar Baru Dimulai, Tahap Pertama Pemerintah Kucurkan Dana Rp. 93 M

Semarang, 11/1 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyoroti molornya pembangunan Pasar Johar Baru di eks Pasar Kanjengan yang masih dalam satu kawasan Pasar Johar Semarang.

“Sesuai kontrak, pembangunan Pasar Johar Baru kan selesai 18 Desember 2017. Sekarang masih terus dikerjakan,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet di Semarang.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan sudah melakukan tinjauan terhadap pengerjaan Pasar Johar Baru yang masih terus berlangsung yang sekarang ini progresnya sekitar 80 persen.

Menurut dia, setiap kegiatan yang dibiayai pemerintah harus dibicarakan dengan legislatif, termasuk Pasar Johar Baru yang tidak bisa diselesaikan tuntas sesuai dengan kontrak yang ditentukan.

“Kontraktor seolah-olah yakin akan dibayar dengan APBD Perubahan 2018. Makanya, kami akan tanyakan ke Dinas Perdagangan karena setiap kegiatan pemerintah mestinya dibahas dulu dengan DPRD,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan proyek pembangunan Pasar Johar Baru memang mengalami keterlambatan, tetapi kontraktor memperpanjang pengerjaan.

“Begini, DIPA untuk Pasar Kanjengan baru turun dari Kementerian Perdagangan pada September 2017, kemudian Oktober 2017 dimulai pengerjaan hingga 18 Desember 2017 atau 60 hari kontrak,” katanya.

Dalam waktu yang begitu mepet, kata dia, ternyata progres pengerjaan luar biasa karena sampai batas akhir kontrak sudah 41 persen, apalagi terkendala cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.

Meski demikian, diakuinya, hingga akhir kontrak yang disepakati memang belum rampung pengerjaannya, tetapi kontraktor menunjukkan regulasi yang membolehkan perpanjangan 50 hari.

“Mereka mendasarkan Peraturan Presiden Nomor 54/2010 tentang Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah yang membolehkan perpanjangan maksimal 50 hari untuk dana dari APBN,” katanya.

Dinas Perdagangan Kota Semarang, kata dia, sudah berkonsultasi dengan Kementerian Perdagangan mengenai perpanjangan waktu yang diajukan kontraktor sesuai perpres dan memperbolehkan.

“Apalagi, pasar merupakan fasilitas umum yang sangat penting. Konsekuensinya, mereka membiayai sendiri sisa pengerjaan berikut denda. Nanti, penggantiannya dianggarkan pada APBD Perubahan 2018,” katanya.

Dari pihak kontraktor, Fajar mengatakan menyanggupi pekerjaan rampung pada 27 Januari 2018 dengan progres pengerjaan pembangunan lantai satu dan dua Pasar Johar Baru sekitar 90 persen.  (BJ/EL)