Home DPRD Kota Semarang Dewan Semarang Minta PKL Bantaran Sungai Segera Pindah

Dewan Semarang Minta PKL Bantaran Sungai Segera Pindah

3378
0
Dialog interaktif bersama Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet.

Semarang, 14/3 (BeritaJateng.net) –  Dewan perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang meminta para pedagang kaki lima di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur Semarang segera pindah.

“Pedagang yang belum pindah harus segera pindah. Ini kan untuk kepentingan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet di Semarang.

Menurut dia, proyek normalisasi Sungai BKT merupakan program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sementara Pemerintah Kota Semarang penyedia lahannya.

Selama ini, katanya, banyak sekali lapak-lapak PKL dan hunian liar di sepanjang bantaran Sungai BKT yang terbagi dalam beberapa wilayah yang harus segera dikosongkan untuk normalisasi sungai.

Artinya, kata dia, Pemkot Semarang ditarget pemerintah pusat yang mengerjakan proyek agar segera mengosongkan bantaran Sungai BKT untuk memperlancar pengerjaan normalisasi sungai.

“Kalau proyeknya tidak bisa terlaksana maka bisa-bisa dana yang diberikan pemerintah pusat kembali sehingga tidak jadi membangun Sungai BKT,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Ia mengaku sudah mendengar adanya keinginan PKL agar relokasi ditunda, tetapi Dinas Perdagangan Kota Semarang pasti sudah melakukan perhitungan jadwal normalisasi dalam membuat kebijakan.

“Jika memang bisa ditunda setelah Lebaran tahun ini, ya tidak apa-apa. Tetapi, kira-kira apa bisa membangun dan menormalisasi sungai ketika masih ada PKL di bantaran sungai,” katanya.

Semestinya, kata dia, PKL sudah segera pindah karena Pasar Klithikan Penggaron yang disiapkan sebagai tempat relokasi sudah diperbaiki dan siap ditempati para pedagang yang direlokasi.

“Normalisasi Sungai BKT Semarang ini kan kaitannya dengan penanggulangan banjir dan rob. Jika normalisasi gagal maka banjir akan terus menggenangi Semarang. Masyarakat yang rugi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengaku tidak bisa memenuhi permintaan PKL untuk menunda relokasi, sebab terkait dengan jadwal pengerjaan normalisasi.

“Kami sudah sampaikan kepada pedagang untuk pindah pada Selasa (13/3) sebagaimana yang kami sosialisasikan. Apalagi, proyek normalisasi Sungai BKT juga sudah mulai,” katanya. (El)