Home DPRD Kota Semarang Dewan Semarang Minta Pemkot Antisipasi Ketercukupan Kamar Inap Kelas III

Dewan Semarang Minta Pemkot Antisipasi Ketercukupan Kamar Inap Kelas III

301
0
Deteksi Dini Kanker Serviks, RSUD KRMT Wongsonegoro Gelar Baksos Papsmear Gratis
       SEMARANG, 22/3 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta Pemkot Semarang untuk mengantisipasi ketercukupan kamar kelas III sebagai penunjang program Universal Health Coverage (UHC). Pasalnya ketersediaan kamar rawat inap kelas III di RS negeri maupun swasta masih terbatas.
        Sementara program UHC sendiri, mengcover seluruh warga Kota Semarang yang bersedia dirawat di kelas III. Jika layanan tersebut dipakai banyak warga, dipastikan akan menimbulkan masalah baru karena daya tampung RS tidak mencukupi.
        “Pemkot harus segera mencari solusi mengantisipasi resiko ketercukupan kamar inap kelas III. Kesiapan RS itu bagaimana karena jumlah kamar kelas III belum mencukupi,” kata Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Imam Marzuki.
         Bukan hanya itu saja, sejauh ini RS swasta juga belum menunjukan dukungannya pada program UHC. Hal itu terlihat dari ketersediaan kamar inap di RS swasta yang belum memenuhi kuota yaitu 20 persen dari total kamar yang ada.
          Menurut Imam, kebijakan Pemkot Semarang tentang UHC sangat bagus karena mengcover seluruh warga. Namun hal itu perlu didukung penyediaan sarana dan prasarana yaitu jumlah kamar inap di semua RS baik negeri maupun swasta di Kota Semarang.
         “Rekomendasi kami, Pemkot harus menambah gedung baru untuk kelas III di RSUD. Kemudian RS swasta harus dipaksa menyediakan 20 persen kamar inap sesuai aturan,” jelasnya.
          Adanya program UHC, menurut Imam, Kota Semarang idealnya memiliki tiga RSUD. Sejauh ini, Kota Semarang baru memiliki satu yaitu RSUD Wongsonegoro, Ketileng. “Jika Pemkot ingin bangun RS satu lagi, itu bagus. Misal ditempatkan di wilayah barat. Sehingga bisa mengcover warga yang dari Semarang Barat,” katanya.
         RSUD KRMT Wongsonegoro terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga Kota Semarang. Saat ini, RSUD KRMT Wongsonegoro memiliki kamar rawat inap khusus kelas III 310 kamar. “Rencananya kami juga akan menambah ruang rawat inap untuk kelas III pada 2019 mendatang. Dokumen pembangunannya sebenarnya sudah siap,” kata Kepala RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati.
          Yang terbaru, RS tersebut selesai membangun gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) ICU terpadu dilengkapi Magnetic Reinance Imaging (MRI) pada 2017 lalu.
         Gedung instalasi bedah sentral itu memiliki beberapa fasilitas di antaranya 25 kamar Piku Niku, 11 kamar ruang IBS, alat Hyperbarik, dan alat pengguna Gelombang Kejut atau ESWL. “Diharapkan, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang sempurna namun dengan harga yang tidak mahal bahkan gratis melalui program Universe Healty Coverage (UHC) Pemkot Semarang,” harapnya.
          Susi menambahkan, pihaknya juga akan menambah fasilitas lain pada 2018 ini. Pihaknya akan membangun gedung rawat jalan senilai Rp 120 miliar. Pasalnya, gedung rawat jalan yang ada saat ini dinilai kurang representatif.  (El)