Home DPRD Kota Semarang Dewan : Revitalisasi Kota Lama Harus Perhatikan Segala Aspek

Dewan : Revitalisasi Kota Lama Harus Perhatikan Segala Aspek

 

Semarang, 29/1 (BeritaJateng.neg) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengingatkan program revitalisasi Kota Lama Semarang bukan hanya menyangkut aspek fisik atau pembangunan infrastruktur.

“Banyak aspek yang melekat terkait revitalisasi Kota Lama, seperti sosial, lingkungan, ekonomi, dan budaya. Bukan hanya infrastruktur,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Jumat.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan aspek sosial terutama yang harus ditangani secara serius di Kota Lama, seperti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang membikin semrawut dan kesan kumuh.

Ia mencontohkan keberadaan aktivitas pedagang ayam di Jalan Cenderawasih dan PKL-PKL yang membuat kawasan itu terlihat kumuh sehingga perlu dibenahi dulu seiring rencana revitalisasi Kota Lama.

“Semestinya, mereka ini ditata dulu. Apakah direlokasi, ditampung sebagai usaha dalam sebuah konsorsium, atau bagaimana. Yang penting, aspek sosial ini dicarikan solusi terlebih dulu,” katanya.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur yang dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek-aspek lainnya dikhawatirkan menimbulkan permasalahan baru akibat dari dampak-dampak sosial yang muncul.

“Jangan sampai, pemilik bangunan sudah mau membangun usaha, namun di wilayah itu justru belum siap. Ya, dari aspek sosial tadi, seperti masih semrawutnya PKL, dan sebagainya,” katanya.

Yang jelas, Supriyadi mengatakan revitalisasi Kota Lama harus dikaji secara matang dari berbagai aspek dengan mengajak seluruh pihak, seperti pemilik bangunan, pemerintah, budayawan untuk berembuk.

“Kami siap berembuk bersama mengenai revitalisasi Kota Lama. Sebab, diskusi atau rembukan ini harus dilakukan secara kontinyu agar kebijakan ini tidak terkesan sepihak dari pemerintah saja,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono membenarkan jika revitalisasi Kota Lama membutuhkan pengkajian dari berbagai aspek, mulai ekonomi, infrastruktur, sosial, dan budaya.

“Kalau Komisi C kan kewenangannya mengenai infrastruktur, namun persoalannya kan kompleks. Pariwisatanya nanti Komisi D, aspek sosialnya, dan sebagainya,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Suharsono yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kota Semarang itu mengakui legislatif sudah mulai melakukan pembahasa revitalisasi Kota Lama, namun belum bersifat kontinyu. (Bj)