Home Headline Dewan Pesimis Pembangunan Embung Mranggen Klaten Selesai Tepat Waktu

Dewan Pesimis Pembangunan Embung Mranggen Klaten Selesai Tepat Waktu

919

SEMARANG, 24/11 (BeritaJateng.net) –  Komisi D DPRD Jawa Tengah Pesimis Proses pembangunan Embung Mranggen Kecamatan Bayat Klaten selesai tepat waktu. Mengingat sampai dengan akhir bulan November ini progres pembangunannya baru selesai sekitar 65 persen.

Anggota Komisi D Moh Ikhwan mengungkapkan, pelaksana pembangunan Embung Mranggen CV Kartikasari Semarang tidak mengindahkan masukan masukan yang diberikan oleh anggota dewan ketika meninjau lokasi. Pelaksana proyek terkesan mengabaikan masukan dewan sehingga pelaksanaannya diperkirakan akan molor.

“Kami beberapa kali memberi masukan agar pembangunan dilaksanakan secara serentak di beberapa bagian proyek. Tapi pelaksana mengabaikan saran kami dan terfokus pada bagian bagian tertentu saja,” ungkapnya usai meninjau lokasi, Kamis (24/11).

Menurut Ikhwan, rekomendasi yang diberikan pihaknya dilaksanakan pada dua bulan yang lalu, namun sampai sekarang tidak dilaksanakan padahal waktu yang disediakan untuk pengerjaan proyek pembangunan Embung Mranggen hanya sampai tanggal 15 Desember.

“Tanggal 15 Desember proyek harus sudah diserahkan kepada Pemprov Jateng sehingga logikanya akhir bulan ini harus sudah selesai pembangunan fisik dan proses administrasi pelaporannya masih ada waktu 15 hari,” katanya.

Senada dengan Moh Ikhwan, Anggota Komisi D Masfu’i juga mengaku kecewa dengan pelaksana proyek. Dia mencontohkan pengerjaan Begesting (Cetakan beton) dikerjakan denganm cara yang sangat sederhana dan terkesan “ngirit” yakni menggunakan rangka triplex sehingga hasilnya tidak memuaskan.

“Pembuatan begesting harusnya menggunakan plat besi agar pengerjaannya bisa diselesaikan secara cepat dan kwalitasnya bagus. Ini sepertinya mengejar keuntungan besar tapi waktunya malah lama,” jelasnya.

Masfu’i menambahkan, proses pembuatan beton seharusnya juga menggunakan readymix untuk mempercepat waktu pelaksanaan dan kwalitasnya bagus. Namun rekomendasi tersebut lagi lagi diabaikan.

Terkait dengan lambatnya pengerjaan dan diperkirakan tidak selesai tepat pada waktunya, pelaksana proyek CV Kartika Sari terancam diblacklist dan terkena denda.

“pelaksana proyek terancam hanya mendapat bayaran yang selesai dikerjakan saja. Itupun masih kena sangsi denda keterlambatan dan terkena blacklist,” pungkasnya.

Pembangunan Embung Mranggen tercatat satu paket dengan pembangunan Embung krikilan di Kecamatan yang sama dengan anggaran sebesar 4,1 miliar rupiah. Proyek ini merupakan bagian dari program seribu embung yang dicanangkan Gubernur Ganjar Pranowo. Tahun 2016 ini ditargetkan selesai sebanyak 310 embung, dimana 50 embung dibangun dengan anggaran APBD Prov Jateng dan 290 sisanya dengan anggaran APBN.

(BJ13)