Home DPRD Kota Semarang Dewan Pertanyakan Dana Hibah Rp. 18 Miliar Untuk IMI Jateng

Dewan Pertanyakan Dana Hibah Rp. 18 Miliar Untuk IMI Jateng

114
0
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso.
              SEMARANG, 27/9 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang mengajukan dana sebesar Rp18 miliar untuk dihibahkan ke Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng guna pelaksanaan event  Motocross Grand Prix (MXGP) Internasional, yang akan digelar pada tahun 2018 mendatang.
             Diketahui, event Motocross Grand Prix (MXGP) Internasional tahun 2018 merupakan event bergensi sekelas MotoGP. Tahun 2018 Indonesia kembali menjadi tuan rumah, dan Pangkal Pinang serta Kota Semarang menjadi lokasi event tersebut. Di Kota Semarang rencanya digelar pada tanggal 7 dan 8 Juli tahun 2018. Semarang bakal menggantikan Qatar yang dicoret oleh Youthstream.
              Pengajuan dana hibah tersebut tertuang dalam surat Walikota nomer 900/5141 tertanggal 15 September tentang Revisi Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2018.
                 Dalam surat tersebut, semula belanja daerah yang diajukan sebesar Rp. 4.765.640.890.218, dengan jumlah penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 754.987.232.000. Kemudian karena ada penambahan dana Hibah untuk IMI Jateng, anggaran belanja yang diajukan oleh Walikota Semarang berubah menjadi Rp. 4.785.640.890.218 atau bertambah Rp18 miliar.
               Pengajuan anggaran yang cukup besar tersebut, mengundang tanda tanya besar kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Pasalnya, dana tersebut nilainya sangat besar, padahal saat ini Pemerintah Kota Semarang sedang fokus pada peningkatan infrastruktur.
               Anggota DPRD Kota Semarang Joko Santoso mengatakan, hibah sebesar itu sebenarnya tidak perlu dilakukana apalagi event tersebut rencananya hanya digelar dua hari saja di Kota Semarang. “Sebenarnya ini bukan ranahnya pemerintah Kota Semarang. Cara jawane “Nguyahi Segoro” (menggarami laut),” katanya, Rabu (27/9).
                Ia juga mempertanyakan, apa output yang akan di dapatkan oleh Kota Semarang dengan mengeluarkan anggaran sebesar itu. Menurut dia hal itu perlu diwaspadai, terlebih saat ini mendekati Pilkada.
                “Padahal dalam RPJMD jelas saat ini Kota Semarang sedang konsentrasi peningkatan infrastruktur. Apa tidak lebih baik jika dana sebesar itu untuk peningkatan infrastruktur. Uang Rp18 miliar itu tidak sedikit lho,” ujarnya.
                  Menurut dia, pemerintah harus mampu memilah mana yang menjadi skala prioritas sesuai dengan RPJMD. Seperti contoh Pasar Johar menurut Joko harus menjadi prioritas utama karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
                 Sesuai dengan Pasal 298 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menyebutkan belanja hibah dan bantuan sosial dianggarkan dalam APBD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Hibah baru bisa dianggarkan, setelah memprioritaskan pemenuhan belanja urusan pemerintahan wajib dan urusan pemerintahan pilihan, kecuali ditentukan lain dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
                  Dia menambahkan, selain menyoal besarnya dana Hibah untuk IMI Jateng, DPRD juga menyoal tidak ada adanya kenaikan TPP bagi pegawai pemkot Semarang. Padahal lanjutnya, kinerja kota Semarang tahun ini sangat baik, dan dari sisi anggaran memiliki.
               Ketua IMI Jateng Kadarusman saat dihubungi belum bisa memberikan informasi panjang lebar terkiat hal itu, karena masih berada di London, untuk loby-loby terkait pelaksanaan Event MXGP.
               Ia memastikan, pelaksaan MXGP internasional untuk seri kedua akan dilaksanakan di Kota Semarang. Lokasinya menurut rencana akan digelar di wilayah Mijen. “Nanti saja kalau saya sudah pulang. Ini masih berada di London untuk membahas masalah itu,” katanya. (El)