Home DPRD Kota Semarang Dewan : Pengundian Lapak Sementara Johar Dinilai Kurang Transparan

Dewan : Pengundian Lapak Sementara Johar Dinilai Kurang Transparan

Semarang, 13/1 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengingatkan pentingnya keterbukaan dalam proses pengundian lapak pedagang Pasar Johar untuk mencegah masuknya “pedagang” gelap.

“Saya melihatnya masih kurang transparan. Sebab, hanya nomor registrasi pedagang yang disebutkan,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi saat meninjau tempat relokasi sementara pedagang Johar, di Semarang, Rabu.

Pascakebakaran Pasar Johar, Pemerintah Kota Semarang membangun tempat relokasi sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang untuk menampung para pedagang yang menjadi korban kebakaran.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan sekarang ini adalah era transparansi atau keterbukaan, termasuk dalam proses pengundian lapak bagi para pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran.

“Sebelum diundi, seluruh nama pedagang dalam satu zona yang mengikuti pengundian harus ditampilkan. Ini kan bisa menjadi sarana koreksi bagi pedagang. Para pedagang akan saling melakukan kroscek,” katanya.

Apabila ternyata dalam daftar yang ditampilkan ditemukan nama asing atau yang tidak dikenal para pedagang, kata dia, bisa segera dicek apakah yang bersangkutan benar-benar pedagang Pasar Johar atau bukan.

“Misalnya, dalam satu blok atau zona ada 100 pedagang. Seluruh nama pedagang harus ditampilkan dulu. Biarkan pedagang saling kroscek. Kalau hanya nomor registrasi kan susah untuk mengeceknya,” katanya.

Dalam kaitan sarana prasarana, Supriyadi juga menekankan pentingnya dilakukan segera perbaikan, seperti cat yang sudah banyak terkelupas, belum ada talang air, penangkal petir, dan penerangan yang memadai.

“‘Masak’ cat baru begini sudah banyak yang mengelupas? Ini harus segera dibenahi agar layak untuk ditempati pedagang,” katanya, seraya menunjuk kondisi cat-cat yang mengelupas di sejumlah bagian bangunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko pada kesempatan sama mengakui jika bukan nama pedagang yang ditampilkan, melainkan hanya nomor registrasi pedagang untuk aspek kepraktisan.

“Ya, memang untuk kepraktisan karena terlalu banyak jika menampilkan nama. Namun, dari masukan DPRD ini kami akan upayakan untuk menampilkan seluruh nama pedagang saat proses pengundian lapak mendatang,” katanya.

Proses pengundian lapak sementara untuk para pedagang Pasar Johar dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni mulai Senin (11/1) sampai Jumat (15/1) yang dilakukan secara bertahap sesuai zona pedagang. (Bj)