Home DPRD Kota Semarang Dewan: Pemkot Harus Perhatikan Karakteristik Wilayah

Dewan: Pemkot Harus Perhatikan Karakteristik Wilayah

385
Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang

Semarang, 14/2 (BeritaJateng.net) – Modal sosial yang dimiliki Kota Semarang sungguh luar biasa. Pemkot diharapkan memberdayakan potensi tersebut untuk memajukan masyarakat Semarang. Guyub rukun di tingkat RT dan RW  harus dioptimalkan sehingga bisa menjadi modal sosial dalam membangun kota Semarang menjadi lebih baik.

Demikian disampaikan oleh wakil ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso, SE. MM disela-sela dialog interaktif DPRD Kota Semarang yang berlangsung di hotel Noormans Semarang.

Menurut Joko Santoso, dalam melakukan pemberdayaan modal sosial ini pemkot harus memperhatikan karakteristik semua kelurahan.

“Antara wilayah perkotaan dengan daerah pengembangan tentu beda, demikian juga dengan dataran rendah dengan daerah perbukitan, masyarakatnya tentu memiliki kebiasaan yang berbeda,” ujar Joko Santoso. Dengan pemahaman ini maka kekuatan sosial ini bisa diakomodir menjadi energi positif untuk membangun daerah.

Dia menjelaskan selain itu pemkot juga harus memperhatikan  budaya dan kondisi lingkungan. Lingkungan perumahan dengan perkampungan tentu berbeda sehingga dalam mengelola modal sosial tersebut harus bisa berjalan efektif dan menjadi perekat ditengah masyarakat.

“Misalnya soal uang transport bagi RT atau RW, tentu ada perbedaan sikap antara perumahan dengan perkampungan,” katanya.

Perbedaan pandangan ini harus disikapi dengan bijaksana dan tentu saja harus tetap pada koridor atau aturan yang berlaku.

“Uang transport bagi ketua RT misalnya yang nilainya sekitar Rp 600 ribu, mungkin bagi RT di perumahan elit nilainya tidak seberapa, makanya perlu ada sikap, misalnya diberikan ke kas RT atau lainnya,” ujar Joko Santoso. (El)