Home DPRD Kota Semarang Dewan Minta Pemkot Sediakan Mushala dan Toilet Umum di Kawasan Kota Lama

Dewan Minta Pemkot Sediakan Mushala dan Toilet Umum di Kawasan Kota Lama

194
Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang.

Semarang, 12/11 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk melengkapi fasilitas umum seperti tempat ibadah mushala dan toilet umum di kawasan Kota Lama Semarang.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Semarang, Gumilang Febriyansyah W, ST, MM dalam pandangan umum Fraksi di Sidang Paripurna DPRD Kota Semarang, Senin.

“Fraksi PKB DPRD Kota Semarang pada prinsipnya menyetujui ditetapkannya Raperda Rencana Tata Bangungan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Kota Lama. Kami minta agar Pemkot melengkapi fasum di Kawasan Kota Lama seperti mushala dan toilet umum,” kata Febri sapaan akrab anggota Komisi C DPRD ini.

Pihaknya meminta setidaknya disediakan tempat ibadah berupa mushala yang layak dengan memanfaatkan bangunan cagar budaya di kawasan heritage tersebut.

“Hal ini perlu kami sampaikan, sebab kami mengetahui adanya keluhan pengunjung Kawasan Kota Lama, ketika masuk waktu shalat, mereka kesulitan mencari tempat ibadah,” lanjutnya.

Menurutnya, beberapa masjid besar dan mushala umum di kawasan kota lama terletak dilokasi yang cukup jauh. Sehingga sulit dijangkau pengunjung kawasan Kota Lama. “Ada masjid besar Semarang di kauman, di perempatan Jl. Pelabuhan, maupun musholla di stasiun Semarang Tawang, itu terlalu jauh. Sehingga perlu disediakan fasilitas mushala di lokasi lebih dekat dengan memanfaatkan bangunan cagar budaya di kawasan kota lama,” katanya.

Tak hanya menyoroti fasilitas umum, Fraksi PKB Kota Semarang juga menyorot ketertiban parkir, kantung-kantung parkir serta pengawasan kawasan kota lama dengan menambah CCTV dan petugas diarea tersebut.

“Pemkot Semarang harus memberi perhatian dan pengawasan lebih di kawasan heritage kota lama. Jangan hanya membangun, tapi juga membuat sistem pengawasan yang baik, agar tidak ada lagi bangunan cagar budaya rusak, serta tidak terjadi vandalisme dan terjaga pula fasilitas infrastuktur hasil revitalisasi,” imbuhnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here