Home DPRD Kota Semarang Dewan Minta Pemkot Intensifkan Pemberantasan DBD

Dewan Minta Pemkot Intensifkan Pemberantasan DBD

586
Dialog Interaktif bersama DPRD Kota Semarang.

SEMARANG, 4/3 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang siap memberi dukungan anggaran untuk kegiatan pemberantasan nyamuk demam berdarah (DB). Hal ini dilakukan agar penyebaran penyakit DB yang sering mewabah pada saat musim hujan bisa dieleminir. Sehingga penderita DB dapat ditekan dan Semarang bukan lagi kota dengan rangking tinggi penderita DB.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono, SH. Saat ditemui usai dialog interaktif DPRD Kota Semarang di Hotel Noormans akhir pekan lalu, Wiwin Subiyono menegaskan, penyebaran DB mewabah saat musim hujan, sehingga harus dilakukan antisipasi sejak dini agar penderita DB tidak bertambah.

“Beberapa tahun lalu, Semarang masuk dua besar penderita DB di Jateng, tentu ini membuat kami prihatin, maka kami mendukung upaya pemkot mengatasi masalah ini, termasuk dengan menyediakan anggaran yang cukup besar,” katanya. Anggaran ini tidak hanya itu kegiatan pengobatan penderita DB, namun juga kegiatan preventif dan promotif kesehatan.

Tinggi penderita DB di kota Semarang beberapa tahun lalu cukup menurut Wiwin Subiyono cukup menyita perhatian public. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pasien DB yang dirawat di rumah sakit. Bahkan karena jumlah yang tinggi mereka ada yang dirawat di lorong rumah sakita karena keterbatasan kamar rawat inap.

“Tentu kami tidak ingin hal itu terjadi lagi, makanya kami dorong dengan anggaran yang cukup serta mengesahkan raperda tentang pemberantasan DB,” katanya.

Hasilnya saat ini sudah terasa. Meski jumlah penderita masih ada, namun Kota Semarang tidak lagi masuk dalam dua besar jumlah penderita DB, namun ada di posisi 15.

“Ke depan kami ingin agar rangkingnya bisa naik lagi, paling tidak nomer 30 dari 35 kabupaten/kota di Jateng,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang P2 Dinkes Kota Semarang, dr. Mada Gautama Soebowo, M. Kes menegaskan, berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka menekan angka jumlah pederita demam berdarah.

“Selain melakukan kegiatan sosialisasi, kita juga selalu mengajak puskesmas bersama tenaga survailens kesehatan atau gasurkes untuk bersama-sama memantau perkembangan penyakit tersebut,” katanya.

Pihaknya juga membantu pemantauan jentik nyamuk dengan menyasar rumah-rumah penduduk serta menggalakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). (El)