Home Headline Dewan Minta Fungsi Bank Jateng Sebagai Pengungkit Ekonomi Kerakyatan Harus Diutamakan

Dewan Minta Fungsi Bank Jateng Sebagai Pengungkit Ekonomi Kerakyatan Harus Diutamakan

4706

SEMARANG, 21/02 (Beritajateng.net) – Meski memiliki fungsi sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD), Bank Jateng diminta juga mengutamakan fungsi lainnya sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Jawa Tengah.

Anggota Komisi C Mustholih mengungkapkan hal itu ketika melakukan kunjungan kerja pemantauan PAD di Kantor Bank Jateng Cabang Pekalongan, Rabu (21/02).

“Sesuai dengan misinya, saya minta Bank Jateng bisa menjadi pengungkit ekonomi kerakyatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Mustholih mengatakan, selama ini Bank Jateng terkesan main aman dengan mengutamakan kredit konsumtif terutama dari Pegawai Negeri Sipil atau Aparat Sipil Negara (ASN).

“Kredit produktif yang menyasar pada UMKM harus mulai diprioritaskan. Inilah ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya,” katanya.

Kredit produktif dengan sasaran usaha mikro, kecil dan menengah memang memiliki resiko terutama dalam masalah pengembaliannya dan rentan terjadinya kredit macet. Namun demikian kalau tetap hati hati kredit macet dari sektor ini bisa diantisipasi.

“Resiko NPL memang tinggi, namun kalau analisnya bekerja dengan baik, resiko ini bisa diminimalisir,” jelasnya.

Selain di sektor UMKM, peran Bank Jateng dalam mendukung pembangunan daerah dinilai masih minim. Hal ini terlihat dari nilai kredit yang dikucurkan dalam proyek proyek pembangunan jumlahnya masih sedikit.

“Manajemen Bank Jateng harus kreatif melakukan kerjasama dengan bupati/walikota. Pelajari RKPD (Rencana kerja pemerintah daerah) dan komunikasi dengan kepala daerah, bantu pendanaan proyek proyek itu,” bebernya.

Senada dengan Mustholih, Anggota Komisi C Muhammad Rodhi mengatakan, banyak proyek proyek infrastruktur di Jawa Tengah yang membutuhkan pendanaan. Bank Jateng bisa masuk ke sektor tersebut.

“Saya lihat di sektor infrastruktur peran Bank Jateng masih kecil,” tambahnya.

Kepala Cabang Bank Jateng Pekalongan Aris Joko Priyanto mengemukakan, saat ini bank yang dipimpinnya menyalurkan kredit produktif sebesar Rp. 228,3 miliar dan kredit konsumtifnya sebesar Rp. 463 miliar rupiah. Sementara rasio NPL (kredit macet) sebesar 2,4 persen.

“Jumlah kredit macet yang ada di Bank Jateng Pekalongan sampai saat ini sebesar Rp. 16 miliar,” jelasnya.

(NK)