Home DPRD Kota Semarang Dewan Kritisi Rencana Pemkot Bangun Travelator

Dewan Kritisi Rencana Pemkot Bangun Travelator

494
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono.

Semarang, 18/4 (BeritaJateng.net) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Agung Budi Margono mengatakan, ide gagasan Pemkot Semarang dalam pembangunan travelator memang bagus untuk menjadikan Semarang ke arah smart city.

Namun, dirinya juga menilai, bahwa langkah Pemkot untuk menjadi kota ramah pejalan kaki bukan dengan membangun travelator. Tapi, pembangunan pendestrian yang lebih luas dan nyaman dinilai lebih bermanfaat ketimbang pembangunan travelator.

“Semarang harusnya menjadi kota ramah pejalan kaki bukan malah dengan travelator, tapi berikan ruang yang lebih luas untuk pendestrian agar masyarakat lebih sehat. karena toh kita masih banyak membutuhkan pendestrian yang lebih banyak, dan nyaman,” kata politikus dari partai PKS ini.

Sebenarnya, lanjut Agung, gagasan Pemkot Semarang membangun travelator punya niatan yang baik, namun banyak pula mudaratnya. Apalagi untuk perawatan jangka panjang.

“Saya menangkap gagasan ini baik niatnya baik untuk kita maju. Tapi dalam hal tertentu pemkot bisa mengambil ide lain. Kalau ide jembatan kaca di Tinjomoyo itu saya rasa keren dan bagus sebagai landmark kota,” ujarnya.

Agung menerangkan lebih lanjut, adanya pedestrian yang luas dan nyaman bagi masyarakat terlebih ditambah ornamen-ornamen pendukung bisa menjadi ide lain selain merealisasikan pembangunan travelator di Pedestrian.

“Jadi nggak harus pedestrian ornamennya travelator. Bisa dengan spot gym atau space yang instagramable agar orang bisa selfie-selfie. Mungkin bisa dibikin pola seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, pakar transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan, pembangunan travelator di outdoor membutuhkan biaya yang cukup mahal dalam perawatannya.

“Harus banyak yang dipertimbangkan, karena travelator itu kan biasanya di ruang tertutup. Kalau di luar itu kan banyak yang harus diperhitungkan, seperti hujan, debu,” ucapnya.

Menurutnya, orang berjalan di Pendestrian Kota itu lebih menikmati perjalan dengan pelan-pelan, bukan malah cepat-cepat. “Kan malah enak pelan-pelan, bisa lihat Gedung ini, itu, bisa foto sana sini. Jadi ngapain cepet-cepet, apalagi turis. Dia suka menikmati perjalanan,” tuturnya.

Lebih baik, lanjutnya, Pemerintah Kota Semarang melakukan pembangunan pedestrian di ruas jalan yang belum memiliki pedestrian.

“Karena Semarang itu masih banyak jalan-jalan yang belum ada pendestriannya. Atau memperpanjang pedestrian yang ada,” tukasnya. (El)