Home DPRD Kota Semarang Dewan: Kreasi Mural Di Zebracross Perlu Dikaji

Dewan: Kreasi Mural Di Zebracross Perlu Dikaji

442
0
Gambar mural di zebracross beberapa kawasan jalan di Semarang. Source:fb
        Semarang, 26/3 (BeritaJateng.net) – Kreasi yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Semarang dengan memodifikasi “zebracross” di beberapa ruas jalan dengan gambar perlu dikaji, kata anggota DPRD Kota Semarang Suharsono.
     “Kreasi Dishub yang membuat gambar-gambar animasi pada ‘zebracross’ di beberapa ruas jalan kan menjadi perhatian pengguna jalan, termasuk saya,” katanya di Semarang, Senin.
     Persoalannya, kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, memunculkan pertanyaan dengan keberadaan “zebracross” yang tidak sebagaimana umumnya berupa garis putih, melainkan digambar beraneka ragam.
     Beberapa “zebracross” unik terlihat di sejumlah ruas jalan di Semarang, seperti di Jalan Pandanaran dengan variasi gambar ikan bandeng dan gambar kartun animasi pada “zebracross” di Jalan Pemuda, Semarang.
     Menurut dia, keberadaan “zebracross” yang divariasi dengan gambar-gambar itu harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang ada dan kajian terkait efektivitas dan dampaknya bagi pengguna jalan.
     “Apakah bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan ‘zebracross’ saat menyeberang supaya mampu meminimalisasi kecelakaan lalu lintas? ataukah bagaimana? Sudah ada kajiannya belum?” katanya.
     Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang itu menjelaskan aturan hukum tentang “zebracross” termaktub dalam Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di dalam beberapa pasalnya.
     “Pada Pasal 131 Ayat (2) UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan bahwa pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan,” katanya.
     Kemudian, kata dia, Padal 106 Ayat (2) menyebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda.
     Secara substansi, kata dia, “zebracross” merupakan jalur pengguna jalan yang aman untuk menyeberang sehingga kesadaran masyarakat untuk menggunakan “zebracross” perlu digencarkan.
     Kalau perlu, Suharsono mengatakan petugas lalu lintas ditempatkan untuk melakukan pemantauan di sekitar lokasi “zebracross” untuk memastikan penyeberang jalan menggunakannya.
     “Tidak sekadar menggambar, tetapi memperhatikan ‘impact’-nya. Apakah dengan digambar mampu meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk menggunakan atau justru membuat pengguna jalan tidak fokus karena melihat gambar-gambar itu?” ungkapnya. (El)