Home DPRD Kota Semarang Dewan Imbau Tempat Wisata Pakai ‘Cashless’ untuk Tiket

Dewan Imbau Tempat Wisata Pakai ‘Cashless’ untuk Tiket

292
Grand Maerokoco Telah Menerapkan Sistem Cashless atau Non Tunai dalam Pembayaran Tiket.

SEMARANG, 26/6 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mewanti-wanti para pengelola tempat wisata agar menyiapkan pembayaran tiket secara matang menggunakan ‘cashless‘ atau non tunai.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo usai melakukan simulasi new normal di Grand Maerakaca, Jumat (26/6/2020).

Anang menilai, persiapan memang belum 100 persen. Masih perlu ada pembenahan-pembenahan, satu diantaranya pelayanan tiketing. Meski pelayanan tiketing sudah dilakukan secara nontunai, pihaknya meminta pelayanan bisa dilakukan lebih cepat agar tidak menimbulkan antrean.

Pengelola tempat wisata harus memberikan petunjuk yang jelas terkait pembayaran cashles atau nontunai agar pengunjung tidak merasa bingung saat di loket tiket. Sehingga, pembayaran bisa dilakukan dengan cepat.

“Bagaimana pelayanan tiketing dengan cashles bisa lebih cepat, caranya diberi petunjuk yang jelas,” ucap Anang.

Menurutnya, masa pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) jilid 4 ini tidak hanya menekankan pasa pembatasan saja, melainkan juga ada kebijakan pembiasaan. Lambat laun masyarakat akan terbiasa dengan kebijakan-kebijakan yang harus diterapkan seperti pembayaran nontunai, cuci tangan, dan beberapa hal lain terkait protokol kesehatan.

Pihaknya pun mendukung Pemerintah Kota Semarang membuka kembali sektor wisata. Menurutnya, jika sektor wisata terlalu lama ditutup bisa memberikan dampak yang kurang baik. Diharapkan, dibukanya sektor wisata bisa mengurangi tekanan yang dialami masyarakat. Mereka bisa berwisata untuk merilekskan pikiran.

“Tapi, ingat sekali lagi ini masih masa pandemi. Jadi, protokol kesehatan harus diikuti,” tegasnya.

Pengunjung, kata Anang, harus dapat menjaga diri masing-masing, sedangkan pengelola wisata harus melindungi area wisata agar destinasi tidak menjadi episentrum penularan Covid-19.

“Jangan sampai dibuka tapi tidak tanggung jawab. Jangan sampai tempat wisata jadi episentrum penularan,” ujarnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen + 7 =