Home Headline Dewan Dorong Pemkot Semarang Perpanjang PKM 14 Hari

Dewan Dorong Pemkot Semarang Perpanjang PKM 14 Hari

385
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman.

SEMARANG, 20/5 (BeritaJateng.net) – Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, mendorong Pemerintah Kota Semarang memperpanjang masa pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Seperti diketahui, masa PKM di Kota Semarang akan berakhir 24 Mei mendatang.

Menurut Pilus, sapaan akrabnya, kebijakan PKM sangat membantu menekan kasus covid-19 di Kota Semarang. Terbukti, sebelum diberlakukan PKM, jumlah kasus covid-19 mencapai dua ratusan pasien. Setelah diberlakukan PKM hampir satu bulan, jumlah pasien positif cenderung mengalami penurunan hingga per Rabu (20/5/2020) ada 49 pasien.

“PKM sangat membantu sekali untuk masyarakat. Ini agak lunak dari pada kebijakan PSBB. PKM ini kan berakhir tanggal 24 besok. Saya saran diperpanjang hingga 14 hari kedepan,” ucap Pilus, Rabu (20/5).

Menurutnya, seluruh pihak sudah berupaya selama tiga bulan ini untuk menangani covid-19. Anggaran Pemkot juga sudah dialihkan sebagian besar untuk penanganan covid-19. Upaya-upaya yang dilakukan pun sudah menunjukan hasil yang membaik meski belum mencapau zero covid-19.

“Artinya dengan PKM, kasus covid-19 turun. Kalau hari raya dibuka, orang mudik bisa tidak terbendung siapa yang mau tamggungjawab? Kerja kita selama tiga bulan bisa sia-sia. Saya juga sudah memberikan saran kepada wali kota terkait hal ini supaya benar-benar tuntas,” ujarnya.

Menurutnya, perpanjangan masa PKM sangat diperlukan dengan beberapa kelonggaran di bidang perekonomian, semisal memberi kelonggaram kepada para pelaku usaha. Dia mencontohkan, pdagang kaki lima (PKL), kafe, ataupun resto yang sebelumnya diatur jam buka hingga pukul 20.00, bisa diberi kelonggaran buka hingga pukul 21.00. Namun, hal terpenting seluruh aktivitas harus menerpakan SOP kesehatan.

Pos pantau baik di dalam kota maupun di perbatasan juga harus tetap berjalan. Pasar yang menjadi pusat perekonomian warga harus tetap berjalan dengan pemantauan yang ketat.

“Operasi tim pantau tetap harus berjalan. SOP kesehatan tetap harus dilaksanakan. Masker juga wajib dipakai masyarakat,” sebutnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, akan melakukan evaluasi PKM dalam waktu dekat untuk menentukan apakah kebijakan tersebut diperpanjang atau tidak. (El)