Home DPRD Kota Semarang Dewan: Direlokasi Pasar Klithikan Barito Baru, Pengrajin Bugangan Perlu Perlindungan

Dewan: Direlokasi Pasar Klithikan Barito Baru, Pengrajin Bugangan Perlu Perlindungan

183
0
Anggota DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti meninjau relokasi pasar klithikan barito baru penggaron.
       Semarang, 14/5 (BeritaJateng.net) – Anggota DPRD Kota Semarang menilai bahwa home industri Bugangan yang direlokasi di Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron Kecamatan Pedurungan perlu mendapat perlindungan dari Pemerintah Kota Semarang. Sebab, produk kerajinan Bugangan, selain sebagai ikonnya Kota Semarang juga sebagai satu-satunya produksi yang masuk dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di mana mereka memiliki banyak pekerja yang berarti sebagai penyedia lapangan pekerjaan.
        “Menurut kami, home industri Bugangan yang membuat produk peralatan rumah tangga seperti panci, wajan, dandang, oven, tempat sampah, tandon air adalah hal khusus, tidak bisa disamakan dengan yang lain karena tidak hanya menyangkut pemindahan tempat kerja, tetapi juga produksi yang berarti didalamnya banyak proses ekonomi yang sudah berlangsung,” kata anggota DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti.
        Menurut anggota Komisi D DPRD Kota Semarang ini, para pengrajin peralatan dapur rumah tangga Bugangan, di tempat relokasi lapaknya perlu diperluas lagi, sehingga para pengrajin bisa memproduksi di tempat relokasi di Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron.
        “Kalau kami melihat di Bugangan, para pengrajin peralatan dapur itu bisa mendisplay barang-barang dagangannya di depan kios-kiosnya dan ada tempat untuk memproduksi peralatan dapur tersebut,” katanya.
        Tetapi, sambung politisi PDI Perjuangan ini, tempat relokasi di Pasar Klithikan Barito Baru di Penggaron, selain tempat usahanya menyusut atau kecil juga kondisi tempat lapaknya sama sekali belum disekat-sekat dan pengrajin harus membuat sendiri lapak untuk memulai usaha di tempatnya yang baru nanti.
         “Kami mendengar langsung aspirasi yang disampaikan pengrajin peralatan dapur tersebut dipindah ke Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron. Pada saat di Bugangan kios berukuran 8 X20 m dan sekarang mendapat ganti di Pasar Klithikan Barito Baru hanya 3 X 7 meter saja,” kata Detty sapaan akrab Dyah Ratna Harimurti sesuai yang diucapkan pengrajin.
         Pengrajin peralatan dapur Bugangan, menurut Detty, tidak menolak dipindah ke Penggaron. Tetapi, mereka menjadi bingung karena tidak ada ruang untuk produksi.
          Menurut saya jika masih memungkinkan lokasi di Pasar Klithikan Barito Baru untuk pengrajin peralatan dapur Bugangan bisa diperluas sedikit untuk ruang produksi mengingat produk-produk mereka banyak dibutuhkn masyarakat, selain sudah menjadi satu-satunya sumber penghasilan dan ciri khas Bugangan. “Bagaimana pun home industri, harus mendapat perlindungan dari pemerintah setempat,” tegas Detty.
          Bahkan, tambah Detty, kalau bisa dijadikan seperti pada saat para pengrajin menempati di Bugangan. “Save home industri Bugangan,” tambahnya lagi.
          Ia menilai perlu ditekankan, para pengrajin Bugangan tidak menentang pemerintah, namun memohon adanya suaka yang setidaknya layak untuk membuka usaha di tempatnya yang baru di Penggaron terkait dengan pemindahan para PKL di Pasar Klithikan Barito Baru.
          Sehingga di tempatnya yang baru, para pengrajin Bugangan bisa berproduksi dan bisa menjadi warga yang produktif. “Kami melihat langsung kondisi pengrajin peralatan dapur itu di Bungangan. (El)