Home Ekbis Dewan Apresiasi Penciptaan Aplikasi E-Marketing Kebun Benih

Dewan Apresiasi Penciptaan Aplikasi E-Marketing Kebun Benih

227
0

SEMARANG, 21/11 (Beritajateng.net) – Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Chamim Irfani mengaku bangga dan mengapresiasi penciptaan Aplikasi E-Marketing Ben-Papa-Horti.com oleh Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Semarang Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

Chamim yang mengetahui adanya aplikasi E-Marketing ben-papa-horti.com setelah membaca berita di Beritajateng.net dan langsung membuka aplikasi dimaksud mengatakan, penciptaan aplikasi tersebut merupakan langkah bagus untuk mempermudah masyarakat khususnya petani memperoleh benih.

“Saya bangga dan mengapresiasi penuh atas terciptanya aplikasi ben-papa-horti.com ini. Ini sebuah langkah maju dan sangat bagus serta cocok dengan perkembangan teknologi saat ini,” ungkapnya melalui sambungan telpon, Selasa (21/11) malam.

politisi PKB ini mengharapkan, setelah dilounching, nantinya Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Semarang selaku pencipta aplikasi bisa melibatkan balai balai benih wilayah lainnya dalam melayani masyarakat melalui aplikasi tersebut.

“Aplikasi ini sangat bagus, namun saya harapkan tidak hanya melayani penjualan benih dari wilayah Semarang saja tapi juga wilayah lainnya. Disamping itu nantinya jangan hanya melayani pembeli besar saja tapi pesanan pesanan jumlah kecil juga dilayani,” harapnya.

Menurut Chamim di Jawa Tengah lahan pertanian baik sawah maupun kebun dan tegalan yang dimiliki masyarakat, sebagian besar kurang dari setengah hektar. Oleh karena itu pembelian benih yang dilakukan langsung oleh petani dalam jumlah kecil harus tetap diperhatikan dan diprioritaskan.

“Ada 67 persen lebih petani yang memiliki lahan kurang dari setengah hektar. Ini harus diprioritaskan, jangan hanya mengutamakan pembelian benih dalam jumlah besar saja,” tegasnya.

Agar penggunaan aplikasi ini lebih memasyarakat, dia minta agar Dinas Pertanian dan Perkebunan rajin melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya petani maupun kelompok kelompok tani. Karena kemudahan dan penghematan yang diperoleh petani sangat besar.

“Saya lihat aplikasi ini masih agak ribet karena harus login dulu. Akan lebih bagus dan mudah kalau aplikasi ini bisa langsung didownload melalui playstore dan bisa langsung digunakan untuk pesan benih seperti aplikasi ojek online misalnya,” katanya.

Melihat kebutuhan benih dan perkembangan teknologi yang ada di masyarakat, Chamim melihat hal ini sebagai peluang bagi masyarakat khususnya kaum muda di pedesaan untuk berbisnis di sektor tersebut. Hal ini juga untuk menumbuhkan kecintaan kaum muda pada sektor pertanian karena saat ini mereka lebih suka hijrah ke kota bekerja sebagai buruh pabrik.

“Hasil penelitian LIPI masyarakat desa yang tertarik menjadi Petani rata rata usia 54 tahun. Artinya sektor Pertanian tidak seksi bagi kaum muda. Maka melalui teknologi aplikasi ini saya memiliki harapan tinggi agar bisa menggoda kaum muda untuk terjun ke sektor Pertanian,” bebernya.

Kedepan, harap Chamim, Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortilutura bisa melakukan pendampingan dan bimbingan kepada kaum muda khususnya di pedesaan agar melakukan investasi di bidang pertanian karena dengan teknologi yang ada sektor ini sangat menjanjikan dan memiliki prospek ekonomi yang tinggi.

(NK)