Deteksi Dini Kanker Serviks, RSUD KRMT Wongsonegoro Gelar Baksos Papsmear Gratis

Deteksi Dini Kanker Serviks, RSUD KRMT Wongsonegoro Gelar Baksos Papsmear Gratis
            Semarang, 7/5 (BeritaJateng.net) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro Semarang kembali mengadakan bakti sosial memperingati HUT Kota Semarang ke 470 tahun. Kali ini, bakti sosial berupa Papsmear, Operasi MOW dan Khitan Massal diikuti oleh ratusan perempuan dan anak-anak dari seluruh penjuru Semarang.
             “Ada khitanan masal 100 anak, Papsmear 170 perempuan dan ada operasi WOW gratis. Ini salah satu bagian CSR Pemkot Semarang yang yang dilakukan di rumah sakit sebagai bentuk bina lingkungan sehingga kami menyiapkan fasilitas ini secara gratis,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
             Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, selama ini banyak perempuan lalai melakukan pemeriksaan diri, padahal urutan kedua angka kematian perempuan disebabkan oleh kanker serviks. “Papsmear juga sebagai deteksi dini kanker mulut rahim atau serviks. Untuk itu, kami sediakan fasilitas Papsmear secara gratis di even Bakti Sosila ini,” kata Hendi.
            Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati mengatakan,  RSUD KRMT Wongsonegoro dalam rangka HUT Kota Semarang ke 470 ikut memeriahkan dan berpartisipasi sesuai bidangnya, mensejahterakan masyarakat melalui upaya kesehatan.
             Tampak antrian panjang di Gedung Gatotkaca RSUD KRMT Wongsonegoro, ratusan ibu-ibu dan wanita mengikuti papsmear gratis dan operasi kontrasepsi mantap pada wanita atau MOW (Metoda Operasi Wanita), bukan tanpa alasan, kali ini bakti sosial yang dikhususkan untuk mengurangi kematian terhadap perempuan yang angkanya cukup tinggi di kota Semarang.
RSUD KRMT Wongsonegoro Gelar Baksos Khitan Massal, Papsmear dan WOW Gratis
RSUD KRMT Wongsonegoro Gelar Baksos Khitan Massal, Papsmear dan WOW Gratis
           “Kenapa papsmear? Kita ketahui bahwa kanker serviks menempati urutan kedua untuk kematian wanita. Ini yang kami lihat dari epidomolog. Kami yakini masih banyak ibu-ibu yang belum tahu dan belum tersentuh untuk itu. Untuk itu kami Rumah Sakit melakukan bakti sosial dengan papsmer dalam rangka untuk mengetahui gejala-gejala adanya kanker serviks sejak dini,” ujar Susi.
             Menurutnya, sebagian besar kasus yang ditemui di kota Semarang, para penderita kanker serviks atau mulut rahim datang ke rumah sakit dalam keadaan terlambat karena telah memasuki stadium 3 atau 4 sehingga menyebabkan kasus kematian wanita yang tinggi.
            “Kalau sudah terlambat seperti itu kan susah sekali ya, memang ada perawatan dan pengobatan hingga keluar negeri tapi alangkah baiknya kalau kita mengantisipasi sejak dini agar tidak berakibat fatal nantinya,”katanya.
             Tak hanya papsmear, lanjut Susi, untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, RSUD KRMT Wongsonegoro juga melakukan bakti sosial operasi kontrasepsi ‘Metoda Operasi Wanita’ (MOW). “Jadi KB kan bermacam-macam salah satunya dengan operasi MOW yakni dengan cara sel telur diikat agar diusia tak lagi produktif para ibu-ibu ini tidak lagi hamil, sehingga menghindarkan resiko kematian Ibu dan anak,” katanya.
               Setiap kegiatan bakti sosial di RSUD KRMT Wongsonegoro tidak menggunakan dana APBD Kota Semarang melainkan dari dana pribadi karyawan rumah sakit.  “Kami sama sekali tidak menggunakan dana APBD, seluruh kegiatan bakti sosial ini dari hasil penggalangan dana para karyawan RSUD. Kebetulan kami memang mempunyai komunitas ikatan dana sosial yang ditarik dari para karyawan rumah sakit. Jadi pendanaan seutuhnya dari 1.048 karyawan RSUD KRMT Wongsonegoro yang dengan iklas menyisihkan rejekinya,” imbuh Susi.  (El)

Tulis Komentar Pertama